Ribuan Penari Gandrung Siap Tampil Terbaik

Festival Gandrung Sewu merupakan perayaan tahunan para penari Gandrung. Mereka datang dari berbagai penjuru Banyuwangi. Para penari berkumpul dan berlatih bersama untuk menghadirkan atraksi seni kolosal yang memikat ini. Beralaskan pasir pantai, mereka akan menari dengan lincah. Membentuk beragam formasi yang bakal menjadi pemandangan yang tak terlupakan.

197 views
0

WartaWisata.ID – Pagelaran tari kolosal Banyuwangi, Gandrung Sewu siap digelar pada akhir pekan depan. Tepatnya Sabtu, 12 Oktober 2019. Ribuan penari Gandrung dari berbagai usia dengan busana yang menyala, akan menampilkan keindahan gerak tari khas Banyuwangi tersebut di bibir Pantai Marina Boom. Pastinya, event akan menjadi pemandangan yang eksotis.

Festival kesenian rakyat ini menyajikan tarian yang dibalut dalam sendratari yang berkisah tentang perjuangan heroik rakyat Blambangan melawan kolonial. Lebih dari 1.000 (sewu – bahasa setempat) penari Gandrung akan menari dengan latar pemandangan Selat Bali.

Festival Gandrung Sewu merupakan perayaan tahunan para penari Gandrung. Mereka datang dari berbagai penjuru Banyuwangi. Para penari berkumpul dan berlatih bersama untuk menghadirkan atraksi seni kolosal yang memikat ini. Beralaskan pasir pantai, mereka akan menari dengan lincah. Membentuk beragam formasi yang bakal menjadi pemandangan yang tak terlupakan.

Bahkan, kemegahan Gandrung Sewu telah menjadikan event langganan yang masuk dalam 10 Best Calendar of Event Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata. Gandrung adalah identitas budaya Banyuwangi yang telah mendunia. Tidak hanya menghadirkan sebuah event, Gandrung Sewu ini digelar sebagai upaya regenerasi seniman tari di Banyuwangi.

Gandrung Sewu tahun ini melibatkan sekitar 1.330 seniman tari dan musik Banyuwangi. Mengambil tema Panji-Panji Sunangkara, sendratari ini akan bercerita tentang semangat membara Pangeran Rempeg Jagapati memimpin rakyat Banyuwangi melawan kolonial Belanda.

Setiap tahunnya, seniman cilik, muda, hingga paruh baya antusias menampilkan atraksi kolosal Gandrung Sewu untuk menunjukkan kebanggaan mereka terhadap budaya daerah pada publik global. Penari dari usia 6 hingga paruh baya semua menyambut event ini dengan suka cita dalam event ini.

Tak hanya itu, pada tanggal 12 Oktober 2019 juga akan disuguhkan atraksi budaya daerah lainnya, yakni Festival Lembah Ijen dan Ngopi Sepuluh Ewu (10.000). Festival yang rutin digelar di Taman Gandrung Terakota setiap bulan ini menyuguhkan sendratari Meras Gandrung, kisah perjalanan kisah seseorang penari menjadi “Gandrung”.

Sendratari ini akan digelar di amfiteater berlatarkan hamparan sawah yang dikelilingi ratusan patung gandrung berbahan terakota. Amfiteater ini berada di ketinggian 600 mdpl di kaki ijen. Festival Lembah Ijen akan dimulai sekitar pukul 19.00.

Sementara itu, setelah nonton Gandrung Sewu kita bisa mengunjungi Ngopi 10 Ewu, yang digelar di Desa Adat Kemiren dari pukul 17.00 hingga 21.00. Selama festival Ngopi 10 Ewu berlangsung, ribuan cangkir kopi dengan motif yang sama akan tersaji sepanjang jalan utama Desa Kemiren. Kopi yang sengaja dihidangkan warga setempat itu sebagai perlambang sambutan hangat warga Kemiren kepada tamu yang datang.

Selama bulan Oktober 2019, beragam event juga meramaikan Banyuwangi Festival. Antara lain, Kuntulan Caruk di Gesibu Banyuwangi yang digelar 5 Oktober lalu. Kuntulan atau hadrah kuntul merupakan kesenian asli Banyuwangi dengan jenis peralatan yang khas berupa alat musik ritmis, yang disebut terbang.

Lalu ada Festival Band Remaja, yang akan digelar pada 18 Oktober dan Festival Gendhing Osing pada 26 Oktober, sebagai ajang pencarian bibit seniman musik muda berbakat di Banyuwangi.

Selain itu, juga dihadirkan Banyuwangi Writing Festival (20 Oktober), Santripreneur Festival (20-22 Oktober), dan Banyuwangi International BMX (26-27 Oktober). Festival Anak Sholeh pada Selasa-Rabu (29-30 Oktober), dan Traditional Market Festival (30 Oktober).

“Banyuwangi adalah kota festival. Kota yang tidak pernah berhenti memghadirkan atraksi dan inovasi. Tahun ini saja mereka bisa memggulirkan 99 event besar. Salah satunya Gandrung Sewu yang masuk dalam Calendar of Event Nasional,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Komentar kamu?