Sumur Upas, Situs Sisa Kejayaan Majapahit di Mojokerto

Berbentuk seperti reruntuhan bangunan dan tersembunyi di antara rumah-rumah warga yang didesain seperti rumah Majapahit, Sumur Upas pada zaman dulu digunakan sebagai tempat bersembunyi.

121 views
0

WartaWisata.ID – Sumur Upas merupakan sumur tua atau lubang gua kecil bekas peninggalan purbakala Kerajaan Majapahit. Sumur ini berada di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dan sekarang sumur ini sudah ditutup dengan batu.

Upas dalam bahasa Jawa berarti bisa ular atau racun. Namun, bisa ular yang dimaksud di sini hanya sebagai kata kiasan yang digunakan untuk menyebutkan sumur ini. Konon, pada zaman dulu, di sumur ini tersimpan pusaka-pusaka ampuh milik Kerajaan Majapahit. Saking ampuhnya kemudian disebut dengan “upas” oleh masyarakat sekitar.

Dari bentuknya, Sumur Upas tidak seperti situs candi kebanyakan, tetapi hanya berupa reruntuhan bangunan yang berserakan di mana-mana. Reruntuhan ini berbentuk segi empat dengan bilik-bilik yang terbuat dari batu bata merah. Ukurannya pun bervariasi. Ada yang sekitar 2 x 2 meter, dan ada pula yang lebih besar.

Selain sebagai tempat menyimpan pusaka, sumur ini juga merupakan jalan rahasia menuju ruang bawah tanah. Jalan ini diambil oleh sang raja dan keluarganya saat mereka terdesak oleh serangan musuh. Tidak ada jalan lain selain bersembunyi di dalam bunker bawah tanah yang sudah dirancang oleh arsitek kerajaan. Sayangnya tidak ada sumber yang pasti tentang kapan dibuatnya sumur ini dan nama raja yang mewariskan bangunan kuno ini.

Masyarakat setempat menganggap Sumur Upas sebagai tempat keramat atau dikeramatkan. Sumur ini telah ditutup dan belum pernah ada yang membukanya hingga sekarang karena mengandung kadar racun sangat tinggi yang mampu merusak sistem syaraf manusia. Selain itu, sumur ini juga dipercaya banyak dihuni binatang-binatang berbisa, seperti lipan, kalajengking, ular, dan kodok bangkong beracun.

Lokasi Sumur Upas menjadi satu dengan Candi Kedaton, yang dulunya merupakan bangunan fungsional kerajaan. Bangunan ini layaknya rumah yang mempunyai banyak kamar dan ruangan. Sumur Upas berada tepat di tengah-tengah lokasi situs sejarah ini. Sekarang, kompleks Sumur Upas dan Candi Kedaton dilindungi oleh bangunan baru layaknya bangunan pabrik untuk menjaga situs tersebut.

Sumur Upas merupakan sumur tua atau lubang gua kecil bekas peninggalan purbakala Kerajaan Majapahit. Sumur ini berada di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dan sekarang sumur ini sudah ditutup dengan batu.

Upas dalam bahasa Jawa berarti bisa ular atau racun. Namun, bisa ular yang dimaksud di sini hanya sebagai kata kiasan yang digunakan untuk menyebutkan sumur ini. Konon, pada zaman dulu, di sumur ini tersimpan pusaka-pusaka ampuh milik Kerajaan Majapahit. Saking ampuhnya kemudian disebut dengan “upas” oleh masyarakat sekitar.

Dari bentuknya, Sumur Upas tidak seperti situs candi kebanyakan, tetapi hanya berupa reruntuhan bangunan yang berserakan di mana-mana. Reruntuhan ini berbentuk segi empat dengan bilik-bilik yang terbuat dari batu bata merah. Ukurannya pun bervariasi. Ada yang sekitar 2 x 2 meter, dan ada pula yang lebih besar.

Selain sebagai tempat menyimpan pusaka, sumur ini juga merupakan jalan rahasia menuju ruang bawah tanah. Jalan ini diambil oleh sang raja dan keluarganya saat mereka terdesak oleh serangan musuh. Tidak ada jalan lain selain bersembunyi di dalam bunker bawah tanah yang sudah dirancang oleh arsitek kerajaan. Sayangnya tidak ada sumber yang pasti tentang kapan dibuatnya sumur ini dan nama raja yang mewariskan bangunan kuno ini.

Masyarakat setempat menganggap Sumur Upas sebagai tempat keramat atau dikeramatkan. Sumur ini telah ditutup dan belum pernah ada yang membukanya hingga sekarang karena mengandung kadar racun sangat tinggi yang mampu merusak sistem syaraf manusia. Selain itu, sumur ini juga dipercaya banyak dihuni binatang-binatang berbisa, seperti lipan, kalajengking, ular, dan kodok bangkong beracun.

Lokasi Sumur Upas menjadi satu dengan Candi Kedaton, yang dulunya merupakan bangunan fungsional kerajaan. Bangunan ini layaknya rumah yang mempunyai banyak kamar dan ruangan. Sumur Upas berada tepat di tengah-tengah lokasi situs sejarah ini. Sekarang, kompleks Sumur Upas dan Candi Kedaton dilindungi oleh bangunan baru layaknya bangunan pabrik untuk menjaga situs tersebut.

Komentar kamu?