Sejarah Tenun Cual Khas Bangka

Kain tenun ini menjadi pakaian kebesaran untuk menggambarkan status sosial masyarakat Muntok. Kedudukan dan pangkat masyarakat dilihat dari motif tenun cual tersebut.

3,654 views
0

WartaWisata.ID – Tenun Cual Bangka merupakan salah satu kekayaan budaya yang berasal dari Kepulauan Bangka. Kalian, ternyata Tenun Cual yang menjadi identitas Bangka pernah menghilang selama hampir satu abad lamanya dan hampir punah. Kemudian di tahun 1990 kerajinan kain tenun ini dibangkitkan kembali.

Untuk membuat kain tenun cual memang membutuhkan waktu yang cukup lama, sekaligus menggunakan ketelitian tinggi. Oleh karena itu umumnya harga kain tenun tual cukup mahal mengingat proses pembuatannya yang cukup rumit. Tetapi sekarang sudah tersedia tenun cual menggunakan teknik cap yang harganya lebih murah dan terjangkau.

Warisan budaya bangsa harus dipelajari agar menghargai dan melestarikan kekayaan Nusantara dengan baik. Menurut sejarahnya, Tenun Cual Bangka dimulai pada abad ke-18. Kerajinan tenun ini awalnya merupakan kegiatan dari perempuan dari golongan bangsawan Muntok daerah Bangka Barat.

Dahulu tenun cual disebut sebagai Limar Muntok. Kain tenun ini menjadi pakaian kebesaran untuk menggambarkan status sosial masyarakat Muntok. Kedudukan dan pangkat masyarakat dilihat dari motif tenun cual tersebut. Semakin halus tenunannya dan semakin rumit motifnya dianggap memiliki tingkat yang lebih tinggi. Bahkan kehalusan dan kerumitan kain tenun cual menjadi gambaran kereligiusan pembuatnya.

Tenun cual digunakan sebagai pakaian kebesaran yang digunakan untuk hantaran pada pernikahan dan mahar. Hantaran dan mahar ini menjadi gambaran dari status sosial keluarga pengantin. Kain tenun cual juga dipakai pada saat perayaan besar Islam dan perayaan adat di Bangka.

Menghilangnya tenun cual Bangka dimulai ketika terjadi perang yang melanda Eropa pada sekitar tahun 1914. Saat itu bahan baku untuk membuat tenun cual menjadi terhenti. Apalagi dengan masuknya tekstil dari Cina yang lebih diminati otomatis membuat tenun cual tradisional tersingkir. Pada tahun 1990, kain tenun cual bangkit kembali dan puncaknya pada tahun 2003.

Tenun cual khas Bangka didominasi warna emas dan merah sehingga terlihat elegan. Ada pula warna lainnya seperti warna hijau, ungu, biru dan kuning. Motif tenun cual bermacam-macam yaitu motif burung hong, naga bertarung, kembang gajah dan bunga cina. Motif tersebut lebih banyak terinspirasi dari flora fauna, bentuk simetris dan benda angkasa. Ada juga motif yang eksklusif karena terbuat dari benang sutra atau bahkan benang emas 18 karat.

Motif tenun cual yang lebih dikenal yaitu Jande Bekecak dan Penganten Bekecak. Jande Bekecak merupakan motif ruang kosong sedangkan Penganten Bekecak merupakan motif corak penuh. Namun seiring dengan perkembangan jaman motif tenun menjadi lebih beragam. Sekarang tidak hanya tenun tradisional saja tetapi juga dibuat motif menggunakan teknik cap.

Saat ini kain tenun cual dapat dipakai kapan saja, tidak harus pada perayaan adat maupun pernikahan. Bahkan seragam untuk anak-anak sekolah dan pegawai memakai kain tenun cual ini sebagai identitas Kepulauan Bangka. Kalian dapat memakai busana tenun cual di acara-acara formal maupun non formal.

Tekstur kain tenun cual dikenal halus dan warna benang celupnya tidak berubah. Yang paling istimewa adalah motif dari kain tenun ini terlihat timbul bahkan jika dilihat dari kejauhan. Beragam corak baru semakin berkembang sebagai penggambaran masyarakat yang lebih terbuka dan berinteraksi dengan alam sekitarnya.

Tenun cual Bangka yang menjadi identitas dan kekayaan Nusantara harus terus dilestarikan serta dikembangkan. Warisan budaya bangsa ini tidak boleh hilang lagi dan jangan sampai punah.

Komentar kamu?