Nostalgia Solidaritas Seniman Musik Indonesia dalam Industri Kreatif Indonesia

Satu persatu seniman musik Indonesia yang pernah berjaya dimasa lalu hadir dalam acara rutin SSMI atau Solidaritas Seniman Musik Indonesia di daerah Sentul

163 views
0

WartaWisata.ID – Dalam suasana keakraban penuh canda tawa dan juga rasa erat persaudaraan yang kuat. Satu persatu seniman musik Indonesia yang pernah berjaya dimasa lalu hadir dalam acara rutin SSMI atau Solidaritas Seniman Musik Indonesia di daerah Sentul. Diantara mereka ada mas Tito Sumarsono, Amin Ivos, Domi Alen dan masih banyak seniman musik Indonesia lainnya.  Semangat mereka tidak kalah dengan anak muda untuk tetap bisa menunjukkan karya-karya lawas mereka di atas panggung. Meski tidak disaksikan oleh ribuan penonton di masa jaya mereka, tapi energi mereka masih sama seperti dulu. Itulah sekelumit bagian dari aktifitas SSMI manakala melakukan pertemuan rutin.

SSMI sebagai wadah para seniman musik Indonesia sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat luas Indonesia. Karena biar bagaimanapun juga, karya karya mereka pernah bersinar dan mempengaruhi perkembangan musik Indonesia. Masa emas kejayaan mereka pada era 80 & 90an menjadi memorabilia tersendiri saat mereka bertemu. Solidaritas menjadi nilai utama dalam wadah ini. Perhatian yang mereka berikan terhadap sesama seniman musik ini adalah bagian yang tidak bisa disentuh oleh pemerintah dan lembaga lainnya yang terkait musik. Ini adalah sebuah bentuk kegelisahan yang dilebur menjadi rasa persaudaraan kuat. Salah satunya dengan berbagi meringankan seniman musik lainnya yang sedang sakit ataupun membantu keluarga seniman yang sudah wafat.

Bagi yang memahami arti sesungguhnya dari setiap pertemuan SSMI, ini adalah harta karun terpendam akan nilai-nilai karya musik Indonesia. Karya-karya mereka yang pernah meengukir tinta emas di Indonesia terkoleksi dalam keharmonisan yang bisa saja setiap waktu kembali menjadi hits di masa sekarang. Lebih dari itu, terdapat nilai lainnya yang tersirat disini yaitu bahwa penghargaan itu tidak selalu pada musiknya saja melainkan juga pada setiap element yang terlibat didalamnya.

Salah satu yang berperan aktif dalam SSMI adalah mas Timur Priyono, seorang pencipta lagu hits dengan judul “Yang Penting Heppy” berusaha merangkul anak milenial untuk membangun SSMI dengan bersinergi dalam sisi kreatif. Harapannya agar gaung SSMI semoga bisa diterima anak muda saat ini dan menghilangkan gap komunikasi antara musisi Indonesia di masa lalu dan musisi di masa sekarang. Hal ini pun diamini oleh mas Sisko Batara yang menjadi ketua dari SSMI, dimana sejak awal dibangunnya SSMI bersama dapat membangun solidaritas bagi sesama seniman musik Indonesia.

Langkah SSMI masih begitu panjang dengan tujuan mulia membangun solidaritas yang kuat. Organisasi yang baru berdiri sejak tahun 2018 ini terselip perbedaan pandangan sesama anggotanya, apakah akan dibentuk legalitas atau tidak. Karena setiap hal memiliki kelebihannya masing-masing. Tentunya ini bukan menjadi persoalan besar di kemudian hari saat sinergi positif terus terjaga.

Komentar kamu?