Rute Tour de Singkarak 2019 Dipastikan Lewat Danau Singkarak

Kepastian ini menepis kabar heboh beberapa waktu lalu yang menyatakan Danau Singkarak tidak masuk dalam rute etape Tour de Singkarak 2019.

235 views
0

WartaWisata.ID – Rute Tour de Singkarak 2019 dipastikan akan melewati Danau Singkarak.

Kepastian ini menepis kabar heboh beberapa waktu lalu yang menyatakan Danau Singkarak tidak masuk dalam rute etape Tour de Singkarak 2019.

Danau Singkarak masuk dalam etape keenam Tour de Singkarak 2019 yang meliputi rute Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan.

Etape ini peserta Tour de Singkarak 2019 akan start dari Dermaga Singkarak dan finish di Taman Kota Padang Aro Kabupaten Solok Selatan.

Tour De Singkarak 2019 akan digelar 2-10 November 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengungkapkan ada sembilan etape yang akan dilalui oleh para pembalap dari 25 negara tersebut.

Sembilan etape ini tidak saja di Sumatera Barat tapi masuk juga di Provinsi Jambi.

Tetap mengusung nama Tour de Singkarak 2019, rute yang akan dilewati tidak saja dalam provinsi Sumatera Barat.

Rute Tour de Singkarak 2019 melewati 14 kabupaten kota di Sumatera Barat dan 2 kabupaten di Jambi.

“Sembilan etape meliputi Sumbar dan Jambi. Di Sumbar ada 14 kabupaten kota sedangkan di Jambi ada 2 kabupaten kota,” ungkapnya, Selasa (1/10/2019).

Etape pertama Tour de Singkarak 2019 yaitu Kota Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar.

Start dari Pantai Gondoriah sampai ke Air Terjun Lembah Anai.

Dari Air Terjun Lembah Anai menuju finish di Istano Basa Pagaruyung.

Etape kedua Tour de Singkarak 2019 yaitu Kabupaten Pasaman dan Kota Bukittinggi.

Start dari Kantor Bupati Pasaman sampai finish di Jam Gadang Bukittinggi.

Etape ketiga Tour de Singkarak 2019 yaitu Kabupaten Limapuluh Kota dan Padang Panjang.

Start dari Air Terjun Aka Barayun finish di Jalan Sudirman Kota Padang Panjang.

Etape keempat Tour de Singkarak 2019 Kabupaten Dharmasraya dan Kota Sawahlunto.

Start dimulai dari Kantor Bupati Dharmasraya hingga finish di Lapangan Segitiga di Kota Sawahlunto.

Etape kelima Tour de Singkarak 2019 yaitu Kota Payakumbuh dan Kabupaten Agam.

Dimulai dari start di Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh dan finish di Ambun Pagi Kabupaten Agam.

Etape keenam yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan.

Start dari Dermaga Singkarak sampai finish di Taman Kota Padang Aro Kabupaten Solok Selatan.

Etape ketujuh Tour de Singkarak 2019 barulah masuk ke Provinsi Jambi tepatnya Kabupaten Kerinci.

Start dari Air Terjun Telun Berasap sampai finish di Dermaga Danau Kerinci.

Sedangkan etape kedelapan yaitu Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Dimulai start dari Lapangan Merdeka Sungai Penuh dan finish di Alun-alun Painan Kabupaten Pesisir Selatan.

Terakhir etape sembilan, yaitu Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Start dari Pantai Carocok sampai finish di Pantai Cimpago Padang.

Sedangkan ada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumbar yang tidak dilewati ajang Tour De Singkarak ini.

“Itu Mentawai pasti, Pasaman Barat, Kota Solok, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Pasaman Barat,” ungkap Oni Yulfian.

Sempat Heboh Tak Lewati Danau Singkarak

Beberapa waktu lalu, ajang balap sepeda Internasional atau dikenal dengan Tour de Singkarak (TdS) 2019 hangat diperbincangkan.

Hal ini disebabkan beredarnya informasi TdS 2019 tidak memiliki etape yang akan melewati rute Danau Singkarak.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengungkapkan kronologis survei yang dilakukan tim Union Ciclyste Internationale (UCI) dalam menentukan rute Tour de Singkarak yang dilewati pebalap di etape 6 (Kabupaten Solok-Solok Selatan).

Oni Yulfian mengatakan survei pertama etape 6 TdS 2019 menetapkan start di Kabupaten Solok dan finish di Kabupaten Solok Selatan.

Setelah ditetapkan, Dinas Pariwisata Sumbar bersama seluruh kab/kota dan seluruh stakeholders mengadakan rakor pada 12 Juli 2019.

Pada rakor tersebut disampaikan Etape ke 6 TdS 2019 start di Dermaga Danau Singkarak.

Lalu, kata Oni, pada kesempatan itu Kadispar Kabupaten Solok mengusulkan untuk pemindahan titik start Tour de Singkarak menjadi di Taman Kota Arosuka dengan berbagai pertimbangan.

Di antaranya untuk memperkenalkan Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok kepada masyarakat nasional dan internasional.

Selain itu diharapkan daerah-daerah yang selama ini belum pernah di lewati Tour de Singkarak , bisa dilalui.

Permohonan tersebut, ditambahkan Oni, disusul oleh Surat Resmi Bupati Solok perihal Permohonan Jalur Etape TdS 2019 di Kabupaten Solok.

“Dispar Prov membalas surat tersebut untuk mempertimbangkan Jalur Etape TdS 2019 di Kabupaten Solok,” kata Oni.

Terkait usulan perubahan titik start, yang semula di Dermaga Danau Singkarak menjadi Arosuka, setelah dihitung oleh Tim Teknis, jelas Oni, jarak rute Tour de Singkarak bertambah menjadi ± 250 Km.

Berdasarkan hasil tersebut, tambah Oni, Tim Teknis tidak dapat mengakomodir perubahan lokasi start Tour de Singkarak dengan beberapa pertimbangan.

“Etape sebelumnya sudah melebihi jarak tempuh 200 Km sehingga berisiko mengurangi peserta karena kelelahan.

Kemudian juga dikhawatirkan jumlah pembalap pada etape TdS 2019 berikutnya akan berkurang.

Juga ada kekhawatiran dapat menimbulkan kemacetan panjang karena buka tutup ruas jalan yang terlalu lama pada rute tersebut,” jelas Oni.

Maka, untuk kepastian lokasi titik start pada Etape VI Tour de Singkarak dilakukan survei bersama pada Minggu ke III Agustus 2019.

Selanjutnya, untuk memastikan titik Start Etape 6 Tour de Singkarakdi Kab Solok, survei ke-2 diadakan pada 17 Agustus dan diambil titik start di Taman Hutan Kota Arosuka dengan alternatif Rute sebagai berikut:

Taman Hutan Kota Wisata Arosuka – Pintu Angin –Simpang Jalan Baru Guguak (2.5 Loop) – Guguak – Talang – Cupak – Koto Baru – Salayo – Simp By Pass ktk – Simpang Rumbio – Panyakalan – Bk Tandang – Kubang Nan Duo – Sungai Nanam – Pasar Alahan Panjang – Simp Taratak Galundi – Galagah – Aie Dingin – Surian.

“Rute tersebut adalah rute alternatif karena apabila start di Taman Kota Arosuka dan tetap melintasi atau menuju Danau Singkarak dan menuju Kabupaten Solok Selatan maka total jarak tempuh akan melewati 250km yang melebihi ketentuan UCI dan akan mengakibatkan kelelahan kepada para pembalap,” jelas Oni.

Setelah survei kedua Tour de Singkarak tersebut, Tim Teknis menghadap langsung Bupati Solok untuk menjelaskan konsekuensi tersebut bahwa apabila start di Arosuka maka tidak bisa lagi melewati Danau Singkarak.

“Di sinilah terjadi kesalahpahaman. Kami memang mengatakan bahwa Bupati Solok mengusulkan pemindahan titik start dari Dermaga Danau Singkarak ke Taman Hutan Kota Arosuka dan sebagai konsekuensi pemindahan tempat start ke Arosuka maka Etape 6 tidak melewati Danau Singkarak.

Namun tidak bermaksud mengatakan bahwa atas usulan Bupati Solok lah Danau Singkarak tidak dilewati,” sambung Oni.

Tim Teknis telah melaporkan kepada Kadispar Sumbar hasil survei ke 2 dengan pindahnya lokasi start ke Taman Kota Arosuka dengan konsekuensi Danau Singkarak tidak bisa dilewati pada Stage 6.

Oleh karena itu, kata Oni, ia menginstruksikan kepada Tim Teknis agar mencari Alternatif di stage berapa ada peluang Danau Singkarak tetap dapat dilewati pada pelaksanaan TdS 2019.

“Maka itu, kami menyatakan bahwa publikasi TdS 2019 tidak melewati Danau Singkarak belum final.

Akan ada survei ke 3 yang akan dilaksanakan pada 17 hingga 20 September 2019 untuk memastikan di stage berapa ada kemungkinan Danau Singkarak tetap dilewati.

Karena dari hasil survei pertama, hanya stage 6 ini lah yang melewati Danau Singkarak,” ujar Oni.

Hal tersebut dilakukan agar bisa mengakomodir secara maksimal keinginan kab/kota dan masyarakat namun tetap dalam koridor syarat-syarat dan peraturan yang ditetapkan oleh UCI.

“Perlu pula diketahui event sekelas Tour de Singkarak ini tak bisa lepas dari regulasi UCI yang ketat agar kualitas event TdS ini tetap terjaga dalam predikat excellent,” tutup Oni Yulfian

Komentar kamu?