Perahu Batu dari Abad Ke-16 di Sangliat Dol

Bumi Saumlaki juga menyimpan jejak peninggalan zaman megalitikum. Jejak itu ditemukan lewat Perahu Batu di desa Sangliat Dol. Jadi jangan sampai terlewatkan.

373 views
0

WartaWisata.ID – Mengunjungi bangunan perahu dan tangga batu yang terletak di desa Sangliat Dol, kecamatan Wertamrian, kabupaten Maluku Tenggara Barat mata kita akan dibukakan, bagaimana di zaman megalitikum masyarakat sangat mahir menyusun batu yang kokoh dan berat menjadi bangunan ataupun patung.

Bangunan yang diperkirakan dibuat pada abad 16 Masehi ini oleh penduduk setempat disebut Natar Sory Fampompar. Situs berbentuk perahu ini memiliki lebar lambung 9,8 meter dan panjang 18 meter. Kita harus menuruni tangga yang berfungsi sebagai pintu masuk dan berjalan mendaki dari pantai menuju puncak untuk masuk di areal perahu batu.

Situs dari batu yang bentuknya serupa perahu ini dibangun menghadap ke arah timur, dan di depannya terdapat Pamaru dan bagian belakang terdapat meja batu yang berfungsi sebagai tempat sesajian dan meja persembahan. Saat dilaksanakan ritual adat pada sidang adat, rapat desa maupun pada saat menerima tamu, tempat ini menjadi meja sesajian.

Menurut kebiasaan, ritual adat yang akan dilakukan pertama bagi tamu dan pengunjung dengan cara Kaut Dedin dilaksanakan oleh Tuan Tanah di pantai dengan makan buah Sirih Pinang dan meneguk sedikit Sopi (minuman khas lokal) pertanda tamu atau pengunjung tersebut tidak terganggu dan terhindar dari segala jenis gangguan lainnya.

Setelah melewati ritual itu, kita harus melangkah menaiki tangga batu menuju perahu di atas kampung dengan melewati 106 anak tangga. Untuk mencapai puncaknya pada anak tanga ke-100, dibutuhkan stamina yang prima karena posisi anak tangga terakhir memiliki kemiringan 35 derajat.

Jarak Desa Sangliat Dol dengan Kota Saumlaki sekitar 45kilometer dan butuh waktu 60 menit untuk mencapai berkendara untuk sampai di sana. Jalanan sudah cukup bagus dan bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat.

Untuk sementara ini tempat wisata Perahu Batu (Natar Sory Fampompar) belum ada retribusi yang tetap bagi pengunjung. Sebagai pengganti pengunjung bisa memberikan uang sukarela kepada penjaga atau pengurus.

Komentar kamu?