Kopi Toratima, Kopi Eksklusif Kabupaten Sigi

Selain memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi lain, kopi toratima juga ternyata memiliki "proses produksi" yang berbeda dan tanpa tersentuh modernisasi.

83 views
0

WartaWisata.ID – Untuk milenial zaman sekarang, agaknya kurang lengkap jika nongkrong tidak dibarengi dengan hadirnya segelas kopi. Jika saat ini keberadaan es kopi susu kekinian sudah menjamur, maka coba tengok ke daerah Sulawesi Tengah, tepatnya di Pipikoro, Kabupaten Sigi, dimana kalian akan bertemu dengan sajian kopi yang jauh dari kata “biasa”.

Ya, kopi toratima sejatinya sudah kadung diplot sebagai “minuman khas Pipikaro”. Seperti yang sudah kalian ketahui sebelumnya, kopi ini merupakan hasil olahan dari tangali, binatang nokturnal yang masih satu famili dengan kuskus, kelelawar, dan tarsius. Bentuk hewan itu mirip seperti luwak yang juga memiliki kemampuan untuk mengolah biji kopi.

Yang membedakan dengan kopi luwak adalah, kopi toratima merupakan hasil lepehan binatang nokturnal, sedangkan kopi luwak berasal dari kotoran luwak. Walaupun kedua kopi ini memiliki “proses produksi”, namun apa yang dimakan oleh binatang-binatang ini sama-sama biji kopi terbaik yang sudah matang.

Selain itu, hal unik lain yang menjadi ciri khas dari kopi toratima ini adalah sejauh ini, kita hanya akan menemui kopi ini di tempat asalnya saja, Sulawesi Tengah. Berbeda dengan kopi luwak yang nama dan eksistensinya sudah mahsyur sampai ke negeri seberang, kopi toratima ini tidak disebarluaskan layaknya kopi luwak.

Jika dikaitkan dengan promosi wisata Indonesia yang sedang gencar-gencarnya digalakkan, agaknya sedikit masuk akal apabila kopi toratima ini hanya akan ditemui di sekitaran Sulawesi Tengah. Selain itu, populasi dan kemampuan produksi tangali masih sangat terbatas.

Pada April tahun 2018 lalu, Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapata meresmikan kedai kopi toratima di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu. Menurutnya, pembukaan gerai kopi ini merupakan ajang promosi kopi lokal selain objek wisata di Kabupaten Sigi.

kalian yang tergolong sebagai pecinta kopi garis keras, dapat mampir ke Kabupaten Sigi untuk mencicipi kopi yang konon kabarnya memiliki cita rasa seribu kali lebih nikmat ketimbang kopi biasa. Hitung-hitung sambil melepas penat dari hingar bingar Ibukota.

Agaknya terlalu subjektif untuk menilai kopi toratima ini bakal berterima di lidah kalian atau tidak. Namun dari penuturan orang-orang yang sudah pernah mencobanya, hampir tidak ada dari mereka yang menyebut rasa dari kopi ini tidak enak.

Komentar kamu?