Pengembangan Wisata Boven Digoel

Penjara bernilai sejarah, yang kemudian dikenal dengan sebutan Penjara Bung Hatta, ini dibangun pemerintah Belanda pada 1927.

164 views
0

WartaWisata.ID – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Papua, berupaya mengembangkan potensi wisata sejarah di penjara yang pernah dihuni Mohammad Hatta sebelum menjabat Wakil Presiden pertama Republik Indonesia (RI).

Penjara bernilai sejarah, yang kemudian dikenal dengan sebutan Penjara Bung Hatta, ini dibangun pemerintah Belanda pada 1927. Hatta sendiri semasa muda dikenal sebagai cendekiawan dan aktivis pergerakan nasional.

Benediktus menuturkan, Bung Hatta dibuang oleh pemerintah kolonial bersama 1.300 tahanan lain ke Penjara Boven Digoel karena dianggap berbahaya dalam pergerakan. Saat dibuang, Bung Hatta meminta izin untuk membawa delapan peti buku.

Nilai sejarah ini dianggap menjadi salah satu daya tarik dalam mengembangkan potensi wisata penjara tersebut. Aktivis pergerakan lain yang pernah dibuang bersama Bung Hatta ke Boven Digoel adalah Sayuti Melik dan Sutan Syahrir.

Saat itu, penjara dibangun dengan tergesa-gesa oleh penjajah Belanda untuk menampung tawanan pemberontakan tahun 1926, hingga akhirnya dijadikan lokasi pembuangan para tokoh nasional. Keberadaan penjara Boven Digoel membuat pengasingan tawanan ke luar negeri dihentikan.

Boven Digoel saat itu digambarkan sebagai tempat terpencil, terletak di tengah hutan dekat hulu Sungai Digoel. Di sebelah utara, timur, dan selatan, penjara ini lagi-lagi dikelilingi hutan lebat, membuat mereka yang dibuang menjadi terisolasi.

Rencana pengembangan wisata sejarah akan dilakukan dengan membenahi penjara agar lebih menarik untuk dikunjungi. Siap dibangun juga perpustakaan Bung Hatta di sekitar Penjara Digoel dan dijadikan pusat kajian Bung Hatta.

“Mungkin di daerah lain sudah ada [tempat tentang Bung Hatta] tapi kalau bicara yang besar tentang Bung Hatta, ada di sana,” katanya.

Benediktus berharap, upaya pengembangan wisata sejarah di penjara peninggalan kolonial Belanda dapat memberi manfaat untuk mengenal sejarah bangsa Indonesia.

Penjara itu menjadi ‘dapur’ yang menggodok pemikiran Bung Hatta sebagaimana tertuang dalam sejumlah karya tulisnya. Pemikiran yang kelak menjadi cikal bakal kemerdekaan Indonesia.

Komentar kamu?