Tentang Kabupaten Padang Lawas

Wilayah Padang Lawas berupa area dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian antara 0 sampai 1.915 meter diatas permukaan laut.

83 views
0

WartaWisata.ID – Padang Lawas merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Utara yang dulunya bersatu dengan Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah adanya UU No. 38 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Padang Lawas maka Kabupaten Tapanuli Selatan dimekarkan menjadi 3 Kabupaten baru yaitu Kabupaten Padang Lawas Utara beribukota di Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas beribukota di Sibuhuan, dan Kabupaten Tapanuli Selatan beribukota di Sipirok.

Wilayah Padang Lawas berupa area dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian antara 0 sampai 1.915 meter diatas permukaan laut. Terdapat beberapa aliran sungai yang melintasi kabupaten tersebut termasuk dua sungai besar yaitu Sungai Barumun dan Sungai Sosa. Kedua sungai tersebut berhulu di sebelah selatan dan barat Kabupaten Padang Lawas tepatnya disepanjang daerah Hapung, Siraisan dan Sosopan. Pada saat ini kondisi hutan di daerah tersebut sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Terutama banyak area hutan yang kini beralih fungsi menjadi kebun sawit.

Sungai-sungai besar dan anak-anak sungai tersebut banyak memisahkan desa satu dengan yang lainnya di Kabupaten Padang Lawas sehingga penduduk setempat memerlukan media lain sebagai penghubungnya, yaitu jembatan. Jika kita berkunjung ke kabupaten tersebut terutama jika kita berjalan menuju ke desa-desanya maka akan banyak kita jumpai jembatan-jembatan penghubung baik itu jembatan besar dan permanen, jembatan semi permanen yang bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun jembatan kayu yang hanya bisa dilalui para pejalan kaki.

Jembatan-jembatan tersebut ada yang dibangun dengan perencanaan pertimbangan keamanan, namun ada juga yang dibangun seadanya saja yang penting bisa dilalui. Seperti jembatan yang pernah saya singgahi untuk menikmati satu tempat wisata ‘Batu Nadua’ di Desa Aek Lancat, Kecamatan Lubuk Barumun ini.

Jembatan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki ini meskipun dibangun dengan pondasi besi-besi dan beton, namun tingkat keselamatan sepertinya tidak diutamakan. Terlihat dikanan kiri jembatan hanya terdapat kawat-kawat besi sebagai pegangan namun tidak diberikan kawat besi pembatas sehingga resiko jatuh sangat tinggi. Apalagi jika pengguna sudah berada di bagian tengah maka goncangan jembatan akan sangat terasa.

Kondisi jembatan seperti itu banyak juga dijumpai di desa-desa lain di kabupaten Padang Lawas ini. Bahkan suatu ketika, saat saya dan beberapa teman melintasi jembatan terdapat bagian-bagian jembatan yang bolong atau rusak kayunya sehingga resiko terpeleset sangat tinggi.

Jika kita tidak terbiasa melintasi jembatan-jembatan desa yang ada di kabupaten tersebut sangat disarankan untuk lebih berhati-hati. Bagi kita yang pobhia ketinggian, lebih baik tidak ikut menyeberang karena hampir semua jembatan, goncangannya sangat kuat.

Terlepas dari segala keterbatasan yang ada tersebut, pemandangan area jembatan dan sungai-sungai begitu mempesona. Banyak spot-spot yang bisa kita jadikan objek pemotretan karena masih terlihat alami dan original. Bagi kalian yang berjiwa petualang, berwisata melintasi area di kabupaten Padang Lawas akan sangat mengasyikkan. Seperti lokasi wisata Candi Sipamutung.

Candi Sipamutung berada di Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah. Untuk menuju ke lokasi wisata tersebut kendaraan roda empat kita akan berhenti di tepian Sungai Barumun. Lalu kita bisa menyewa ojek atau berjalan kaki menuju lokasi. Tentunya kita akan melintasi jembatan beton dan kayu yang dibangun dengan kokoh sehingga pengunjung tidak perlu ketakutan untuk melewatinya.

Beberapa pemandangan diatas jembatan bisa kita abadikan dengan kamera sambil menikmati aliran Sungai Barumun. Setelah kita menyeberang kita masih akan berjalan kaki sekitar 1 km untuk sampai ke Candi Sipamutung dan menikmati wisata candi tersebut.

Selain Candi Sipamutung, masih ada lokasi wisata lain yang mengharuskan kita menyeberangi sungai yaitu objek wisata Parmata Sapihak. Lokasi wisata makam kuno ini terletak di puncak bukit sehingga setelah pengunjung menyeberang sungai melewati jembatan masih harus berjalan kaki atau berkendara roda dua dengan jalanan menanjak.

Sesampai diatas, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam sekitar dan bisa beristirahat dipondok-pondok yang dikelola oleh warga setempat. Jembatan dan sungai yang menjadi sarana penghubung ke lokasi-lokasi wisata diatas ternyata bisa juga dijadikan satu objek wisata tersendiri bukan? masih saja bertahan dan berdiam diri di rumah? yukkk… mulai eksplore sekitarmu dan nikmati petualangan-petualangan pribadimu. Pasti seru deh.

Komentar kamu?