Sejarah Singkat Kota Pematang Siantar

Kota kedua terbesar di Sumatera Utara

121 views
0

WartaWisata.ID – Pematangsiantar merupakan kota kedua terbesar di Sumatera Utara yang memiliki penduduk 247.411 jiwa. Sampai saat ini, 18 tokoh tercatat sebagai kepala pemerintah di Siantar.

Hanya berjarak 128 km dari Medan dan 50 km dari Parapat, Siantar sering menjadi kota perlintasan bagi wisatawan yang hendak ke Danau Toba. Saat ini, Siantar bertekad untuk tidak hanya menjadi kota perlintasan namun kota tujuan wisata. Berikut beberapa hal soal Siantar yang perlu kamu ketahui.

Sejarah singkat Kota Siantar sejak dari masa kerajaan sampai menjadi daerah tingkat II

Dulu nya, Pematangsiantar sebagai daerah kerajaan yang berkedudukan di pulau Holing. Sebelum menjadi daerah tingkat II, Tuan Sangnaualuh Damanik menjadi raja terakhir dari dinasti keturunan marga Damanik tahun 1906.

Pulau Holing kemudian berkembang menjadi perkampungan tempat tinggal penduduk diantaranya Kampung Suhi Haluan, Siantar Bayu, Suhi Kahean, Pantoan, Suhi Bah Bosar, dan Tomuan. Daerah-daerah tersebut kemudian menjadi daerah hukum Kota Pematangsiantar.

Pulau Holing menjadi Kampung Pematang, Siantar Bayu menjadi Kampung Pusat Kota, Suhi Kahean menjadi Kampung Sipinggol-pinggol, Kampung Melayu, Martoba, Sukadame, dan Bane. Suhi Bah Bosar menjadi Kampung Kristen, Karo, Tomuan, Pantoan, Toba dan Martimbang.

Pada tahun 1910 didirikanlah Badan Persiapan Kota Pematangsiantar. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1917 berdasarkan Stad Blad No. 285 Pematangsiantar berubah menjadi Gemente yang mempunyai otonomi sendiri. Sejak Januari 1939 berdasarkan Stad Blad No. 717 berubah menjadi Gemente yang mempunyai Dewan.

Pada zaman Jepang berubah menjadi Siantar State dan Dewan dihapus. Setelah Proklamasi kemerdekaan, Pematangsiantar kembali menjadi Daerah Otonomi. Berdasarkan Undang-undang No.22/ 1948 Status Gemente menjadi Kota Kabupaten Simalungun dan Wali Kota dirangkap oleh Bupati Simalungun sampai tahun 1957.

Tokoh-tokoh yang lahir di Pematangsiantar

Kota Pematangsiantar merupakan kota yang melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh di Nasional maupun Internasional. Salah satu nya yakni, Wakil Presiden RI ke 3, Adam Malik.

Adam Malik yang juga salah satu pendiri kantor berita Antara ini lahir tahun 1917 di Pematangsiantar. Selain itu ada juga tokoh bulutangkis Nasional, Dick Sudirman, mantan Mensesneg Sudi Silalahi dan Lo Lieh sang legenda bintang film hongkong.

Pernah meraih Adipura tahun 1993

Kota Siantar pernah menerima Piala Adipura pada tahun 1993 atas kebersihan dan kelestarian lingkungan kotanya. Sementara itu, karena ketertiban pengaturan lalu lintasnya, kota ini pun meraih penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha pada tahun 1996.

Sektor industri yang menjadi tulang punggung perekonomian kota yang terletak di tengah-tengah Kabupaten Simalungun ini adalah industri besar dan sedang. Dari total kegiatan ekonomi pada tahun 2000 yang mencapai Rp1,69 triliun, pangsa pasar industri mencapai 38,18% atau Rp646 miliar. Sektor perdagangan, hotel dan restoran menyusul di urutan kedua, dengan sumbangan 22,77% atau Rp385 miliar.

Menjadi kota pendidikan dengan banyaknya sekolah-sekolah berkualitas

Pendidikan juga menjadi salah satu kebanggaan kota pimpinan Hefriansyah Noor. Pematangsiantar memiliki 160 Sekolah Dasar, 43 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, 28 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, dan 7 Universitas/Akademi.

Kualitas sekolah-sekolah tersebut tidak dapat dianggap remeh. Nyatanya, banyak orang tua dari luar menyekolahkan anaknya di Pematangsiantar, agar memiliki masa depan yang cerah. Selain itu, sejumlah penghargaan bidang akademik juga pernah diraih.

Memiliki lokasi wisata yang juga sarana edukasi bagi anak

Saat berada di Pematangsiantar, kamu dapat mengunjungi sejumlah lokasi yang tidak akan pernah kamu lupakan jika sudah menjalaninya.

Patung Dewi Kwan Im menjadi salah satu lokasi yang rugi jika dilewatkan saat berada di Pematangsiantar. Patung dengan ketinggian 22,8 meter ini tercatat sebagai patung Dewi Kwan Im tertinggi di Asia Tenggara.

Selanjutnya Taman Hewan Pematangsiantar. Taman hewan yang biasa disebut kebun binatang ini merupakan taman hewan tertua dan terbaik di Sumatera Utara.

Taman hewan yang kini dikelola Rahmat Shah ini memiliki spesies mamalia 51 ekor lebih, 113 ekoe spesies unggas dan reptil lebih dari 19 ekor. Selain itu juga terdapat ratusan pohon berikut penjelasan yang diletakkan di batang pohonnya.

Kemudian ada juga Taman Beo Pematangsiantar yang cocok menjadi tempat libur akhir pekan bersama anak-anak. Taman ini diresmikan tahun 2018 lalu oleh Wali Kota Siantar Pematangsiantar Hefriansyah Noor.

Komentar kamu?