Panglipuran, Desa Wisata Terbersih di Dunia

Dinobatkan sebagai salah satu desa terbaik di dunia, Desa Panglipuran memiliki pesona yang tidak kalah dari Ubud. Menjelang Hari Raya Galungan merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Desa Penglipuran.

84 views
0

WartaWisata.ID – Berbicara tentang keindahan Bali memang tidak pernah ada habisnya. Rasanya semua setuju jika Bali menjadi destinasi favorit untuk berlibur baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantainya yang eksotis, keindahan alam yang menyejukan, budaya yang kental, hingga masyarakat yang ramah, menjadi alasan Bali begitu dicintai.

Berkunjung ke Bali, banyak tempat wisata yang memanjakan hati dan mata. Tapi, cobalah untuk sempatkan menjamah desa terbersih di dunia ini. Yup, Desa Penglipuran. Desa yang terletak di Bangli ini resmi menjadi desa wisata sejak 1993 silam. Di awal peresmiannya sebagai desa wisata, Penglipuran mendapatkan penghargaan Kalpataru.

Dengan total luas 112 hektar yang terdiri dari 12 hektar area rumah penduduk, 49 hektar ladang, dan 37 hektar hutan bambu, Desa Panglipuran menjadi daftar wisata yang tidak boleh kita lewatkan. Bagaimana tidak, desa yang dihuni sekitar 986 jiwa ini akan memanjakan kita dengan suasana yang sejuk dan damai.

Menyusuri Desa Penglipuran kita akan menemukan lorong jalan gang yang bersih, nyaman, dan tenang. Penduduk yang sangat ramah, bahkan kita dipersilakan mampir ke rumahnya untuk sekedar beristirahat.

Uniknya, kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang masuk ke sini. Setiap kendaraan yang dimiliki warga desa, akan ditaruh di garasi belakang rumah yang memiliki jalur berbeda. Kesadaran masyarakat yang sangat tinggi untuk menjaga lingkungan, begitu jelas terlihat ketika tak ada sampah sedikitpun di setiap sudutnya. Terdapat pula bak sampah di setiap sudutnya. Selain itu, masyarakat yang hendak merokok juga tak boleh sembarangan, perokok harus pergi ke tempat khusus yang sudah disediakan untuk merokok.

Nama Desa Penglipuran berasal dari kata pengeling dan pura, artinya mengingat tempat suci (para leluhur). Oleh karena itu, tempat ini masih sangat menjaga falsafah kehidupan adat yang harus dilestarikan seluruh warga desa tersebut. Hal ini sebagai perwujudan upaya melestarikan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Bali yang dikenal sebagai umat Hindu yang religius.

Terlihat rumah-rumah warganya yang masih bergaya tradisional, berderet rapi dari ujung ke ujung. meski semua rumah di desa ini seragam tapi tampak beberapa perbedaan.  Setiap rumah memiliki sebuah pintu gerbang yang disebut Angkul-angkul.

Desa Penglipuran terletak sekitar 45 km dari Denpasar. Tepatnya di kelurahan Kubu, kecamatan Bangli, kabupaten Bangli, Bali. Namun waktu terbaik untuk datang ketika menjelang Hari Raya Galungan, atau setelah Hari Raya Galungan. Karena hari tersebut kita akan melihat barisan penjor, sebuah pohon bambu panjang  yang ujungnya dihiasi dan ditancapkan di depan rumah.

Berbicara tentang keindahan Bali memang tidak pernah ada habisnya. Rasanya semua setuju jika Bali menjadi destinasi favorit untuk berlibur baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantainya yang eksotis, keindahan alam yang menyejukan, budaya yang kental, hingga masyarakat yang ramah, menjadi alasan Bali begitu dicintai.

Berkunjung ke Bali, banyak tempat wisata yang memanjakan hati dan mata. Tapi, cobalah untuk sempatkan menjamah desa terbersih di dunia ini. Yup, Desa Penglipuran. Desa yang terletak di Bangli ini resmi menjadi desa wisata sejak 1993 silam. Di awal peresmiannya sebagai desa wisata, Penglipuran mendapatkan penghargaan Kalpataru.

Dengan total luas 112 hektar yang terdiri dari 12 hektar area rumah penduduk, 49 hektar ladang, dan 37 hektar hutan bambu, Desa Panglipuran menjadi daftar wisata yang tidak boleh kita lewatkan. Bagaimana tidak, desa yang dihuni sekitar 986 jiwa ini akan memanjakan kita dengan suasana yang sejuk dan damai.

Menyusuri Desa Penglipuran kita akan menemukan lorong jalan gang yang bersih, nyaman, dan tenang. Penduduk yang sangat ramah, bahkan kita dipersilakan mampir ke rumahnya untuk sekedar beristirahat.

Uniknya, kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang masuk ke sini. Setiap kendaraan yang dimiliki warga desa, akan ditaruh di garasi belakang rumah yang memiliki jalur berbeda. Kesadaran masyarakat yang sangat tinggi untuk menjaga lingkungan, begitu jelas terlihat ketika tak ada sampah sedikitpun di setiap sudutnya. Terdapat pula bak sampah di setiap sudutnya. Selain itu, masyarakat yang hendak merokok juga tak boleh sembarangan, perokok harus pergi ke tempat khusus yang sudah disediakan untuk merokok.

Nama Desa Penglipuran berasal dari kata pengeling dan pura, artinya mengingat tempat suci (para leluhur). Oleh karena itu, tempat ini masih sangat menjaga falsafah kehidupan adat yang harus dilestarikan seluruh warga desa tersebut. Hal ini sebagai perwujudan upaya melestarikan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Bali yang dikenal sebagai umat Hindu yang religius.

Terlihat rumah-rumah warganya yang masih bergaya tradisional, berderet rapi dari ujung ke ujung. meski semua rumah di desa ini seragam tapi tampak beberapa perbedaan.  Setiap rumah memiliki sebuah pintu gerbang yang disebut Angkul-angkul.

Desa Penglipuran terletak sekitar 45 km dari Denpasar. Tepatnya di kelurahan Kubu, kecamatan Bangli, kabupaten Bangli, Bali. Namun waktu terbaik untuk datang ketika menjelang Hari Raya Galungan, atau setelah Hari Raya Galungan. Karena hari tersebut kita akan melihat barisan penjor, sebuah pohon bambu panjang  yang ujungnya dihiasi dan ditancapkan di depan rumah.

Komentar kamu?