Kondisi Sosial Budaya Penduduk Kabupaten Tolikara

Suku asli yang mendiami wilayah Kabupaten Tolikara adalah suku Lani yang mendiami sebagian besar Kabupaten Tolikara dan sebagian kecil suku Kwiyon, Kwabaki, dan suku Gem di bagian Utara wilayah Kabupaetn Toilkara.

72 views
0

WartaWisata.ID – Heterogenitas penduduk di wilayah Kabupaten Tolikara relatif masih sangat terbatas, dengan dominasi suku -suku asli setempat. Sedangkan suku- suku lain pada umunnya mereka bekerja sebagai aparat pemerintah dan swasta, berasal dari kabupaten lain di provinsi papua atau yang berasal dariluar provinsi papua dan biasanya bermukim di daerah perkotaan.

Suku asli yang mendiami wilayah Kabupaten Tolikara adalah suku Lani yang mendiami sebagian besar Kabupaten Tolikara dan sebagian kecil suku Kwiyon, Kwabaki, dan suku Gem di bagian Utara wilayah Kabupaetn Toilkara.

Penguasaan Atas Lahan

Penduduk suku Lani mengenal dua pola penguasaan atas tanah , yakni pengusaan secara individual (pribadi) dan penguasan secara komunal. Hak pengusaan dan pemilikan secara indivudual berlaku atas lahan – lahan yang menjadi tempat pemiukiman atau tanaman budidaya. Sedangkan yang dianggap sebagai hak sama adalah hutan primer, pohon-phon tumbuh liar ,binatang-binatang yang hidup di dalam huta primer.

Klasifikasi Lingkungan Alam Oleh Penduduk Suku Lani

Suku Lani membagi lingkungan kedalam dua bagian yaitu tanah dn air ke dalam 14 kategori yang mengayu pada sistem pengetahan penduduk lokal. Mereka membagi lingkungan alam itu bedasarkan nilai ekonomis dan ciri- ciri fisiknya. Seorang Lani akan mengunakan seperangkat kategori ini ketika berbicaa dalam konteks hukum mereka. Dengan demikian sistem pengklasifikasian penduduk setempat dapatlah dianggap sebagai aturan – aturan tentang penguasan atas lahan.

Aspirasi Penduduk Terhadap Pembangunan

Secara umum aspirasi penduduk terhadap pembangunan cukup positif. PAD umumnya penduduk dapat menerima uluran tangan untuk memajukan mereka, memang dalam hal menanggapi pembangunam masih terdapat perbadaan antara daerah yang sudah lebih dahulu berhubungan dengan dunia luar (terutama wilayah perkotaan ) dengan derah pedalaman.

Namun demikian perbedaan tersebut masih bermakna positif, artinya mereka masih bisa meneri pembangunan. Kegiatan pembangunan yang secara langsung secara nyata lebih lebih disukai daripada yang berjangkah panjang , misalnya pembangunan percontohan pertanian, ksehatan dan pendidikan untuk pengembangan SDM. Pendekatan langsung pada individu lebih disukai dibandikan dengan pola hubungan rakyatdan pemerintah.

Komentar kamu?