Bumbu Rahasia Ayam Betutu Khas Gilimanuk

Bali rasanya tak bisa dipisahkan dengan kuliner ayam betutunya. Rasanya yang lezat dan pedas menggigit selalu berhasil membuat banyak wisatawan rindu untuk kembali ke Bali. Tapi tahukah ternyata ayam betutu menggunakan satu bumbu rahasia yang tak banyak diketahui orang.

762 views
0

WartaWisata.ID – Tujuan para wisatawan ke Bali tak hanya untuk bersantai di pantai Bali yang indah. Tapi juga untuk mencicipi ragam kuliner khas Pulau Dewata yang serba menggoyang lidah. Salah satunya adalah ayam betutu.

Betutu sebenarnya sajian ayam atau bebek khas Gilimanuk, yang diberi bumbu dan dipanggang di atas api. Racikan bumbu khas dalam menu betutu menghasilkan rasa ayam yang lembut dengan cita rasa pedas dan gurih. Pelopor sajian ayam betutu adalah Ni Wayan Tempeh pada tahun 1976. Dulunya sajian ini hanya ada di Gianyar, namun kini sudah tersedia di seluruh daerah di Bali.

Diolah dengan Kemenyan
Dulu, warga lokal memasak ayam betutu dengan cara menanamnya di dalam lubang dalam tanah sebelum ditutup dengan bara api dan dimasak selama belasan jam. Namun kini cara itu sudah ditinggalkan, dan semakin berkembang mengikuti zaman.

Kini warga Bali biasa memasak ayam dengan cara direbus hingga setengah matang, dan melumurinya dengan bumbu Bali bernama base genep dan bumbu wewangenan yang telah ditumis.

Base genep adalah bumbu khas Bali, campuran dari bawang merah, kencur, kemiri, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, laos, daun limau, daun salam, cabai rawit, serai, gula merah, dan minyak kelapa. Sementara bumbu wewangenan terdiri dari merica hitam, merica putih, cengkeh, pala, tabia bun, ketumbar, kemiri, jangu, bangle, kulit jeruk purut, dan yang cukup membuat semua orang bergidik ngeri, kemenyan.

Ya, ternyata kemenyan yang biasa digunakan dalam kegiatan spiritual dijadikan salah satu bumbu penyedap ayam betutu. Meski citranya mistis, namun kemenyan ternyata bisa dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa dalam masakan.

Kalau mencicipi ayam betutu pun pasti bisa merasakan sensasi asing dari dalam racikan bumbunya. Rasa itulah yang dihasilkan dari kemenyan. Selain menggunakan bumbu kemenyan, ternyata ayam betutu dulunya juga hanya disajikan dalam upacara spiritual dan upacara adat. Tak semua orang bisa mencicipi makanan lezat itu.

Komentar kamu?