Masjid Merah Panjunan, Arsitekturnya Yang Unik

Awalnya adalah yang berada di daerah tempat bertemunya para pedagang berbagai suku bangsa. Pangeran Panjunan berinisiatif membangun mushola tersebut menjadi masjid dengan perpaduan budaya dan agama.

95 views
0

WartaWisata.ID – Cirebon merupakan kota tertua keenam di Nusantara. Letaknya yang berada di pesisir utara Pulau Jawa menjadikan kota ini sebagai tujuan para pedagang dari berbagai daerah seperti Cina dan Arab. Hal inilah yang menjadikan arsitektur bangunan di Kota Cirebon memiliki unsur-unsur kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam. Salah satunya adalah Masjid Merah Panjunan.

Awalnya masjid yang dibangun tahun 1480 oleh Syarif Abdurrahman atau Pangeran Panjunan ini merupakan sebuah mushola bernama Al Athya. Namun karena lingkungan mushola adalah tempat bertemunya para pedagang berbagai suku bangsa, Pangeran Panjunan berinisiatif membangun mushola tersebut menjadi masjid dengan perpaduan budaya dan agama.

Masjid Merah Panjunan sekilas nampak seperti kuil Hindu, namun adanya mihrab yang membuat bangunan Masjid Merah Panjunan ini menjadi terlihat seperti sebuah masjid. Lalu ada juga beberapa tulisan dengan huruf arab yang menempel pada dinding. Beberapa  piring keramik buatan Cina yang menempel pada dinding merupakan hadiah ketika Sunan Gunung Jati menikah dengan Tan Hong Tien Nio.

Masjid bersejarah ini terletak di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Berada di lingkungan kampung Arab, karena penduduk sekitar masjid mayoritas keturunan Arab. Masjid Merah Panjunan memiliki 17 tiang yang menunjukan jumlah rakaat shalat lima waktu, 16 tiang berbentuk silinder dan 1 diantaranya berbentuk kotak. Ruang serambi masjidmemiliki pintu masuk yang pendek, sehingga jamaah yang masuk harus menundukan kepala. Hal ini bertujuan mengajarkan kita sifat tawadhu atau tunduk kepada Sang Khaliq.

Selain tempat ibadah, Masjid Merah Panjunan merupakan tempat pengesahan para wali. Sebelum bertugas menyiarkan Islam, para wali disahkan terlebih dahulu di masjid ini oleh Sunan Gunung Jati. Masjid Merah Panjunan tidak memiliki mimbar, karenanya masjid ini hanya digunakan untuk ibadah sholat sehari-hari, tidak untuk ibadah sholat Jumat atau sholat Hari Raya Islam.

Di panas teriknya Kota Cirebon, wisatwan bisa menjadikan Masjid Merah Panjunan ini sebagai salah satu tempat istirahat. Lingkungan masjid yang bersih, rapi, serta tak jauh dari pusat kota menjadikan masjid ini tempat yang tepat untuk rehat sejenak sebelum melanjutkan ke destinasi selanjutnya.

Komentar kamu?