Pulau Blair, Keindahan Miniatur Raja Ampat

Pulau Blair adalah pulau yang mengagumkan yang sering dijukuki miniatur Raja Ampat di Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.

212 views
0

WartaWisata.ID – Keindahan bawah laut Raja Ampat membuatnya dijadikan sebagai jujukan para pecinta wisata bahari. Namun bagi yang merasa Papua terlalu jauh, tak perlu khawatir. Ada solusi lain yang lebih terjangkau, yaitu Pulau Bair di Maluku.

Pulau Bair cocok sekali dijadikan lokasi liburan, terutama bagi mereka yang ingin mencari suasana asri dan tenang.

Pulau Bair berada di Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Sebuah pulau yang menawarkan keindahan alam yang begitu mempesona, pulau yang ada air lautnya yang jernih yang membuat tempat ini menjadi buruan para wisatawan yang begitu populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Disini, terdapat vegetasi mangrove dan gugusan tebing yang berdiri kokoh. Tak heran banyak orang kemudian memuji pulau ini sebagai kembaran Raja Ampat. Bisa dibilang sebagai versi mininya.

Perjalanan menuju Pulau Bair cukup mudah. Pengunjung bisa memulai perjalanan darat dari Tual, kemudian bergerak menuju Desa Dullah Darat dengan estimasi waktu kurang lebih 30 menit. Ongkos yang harus dikeluarkan kurang lebih lima ribu rupiah saja.

Selanjutnya wisatawan tinggal bergerak ke Pelabuhan Dullah dan membayar 50 ribu rupiah untuk menyewa speed boat. Dalam waktu kurang lebih satu jam, pengunjung akan sampai di Pulau Bair.

Dalam perjalanan menuju pulau, wisatawan akan melewati beberapa gugusan pulau kecil. Salah satu yang paling terkenal adalah Pulau Adrenan. Pulau ini memiliki luas kurang lebih 500 meter persegi dan daya tarik utamanya adalah hamparan pasir putih halus. Umumnya wisatawan akan meminta berhenti sejenak untuk berfoto-foto di sini.

Setelah melewati sejumlah pulau lain, barulah pengunjung sampai di Pulau Bair. Pemandangan deretan tebing menjulang bakal menyambut. Jika beruntung, akan ada beberapa akan hiu blackpit berkeliaran. Andai air sedang surut, sejumlah area pantai bisa digunakan sebagai arena bermain.

Selama berada di Pulau Bair, pengunjung bisa bermain sesuka hati sembari menikmati pemandangan yang menyegarkan mata. Berenang, berjemur, snorkeling, atau rebahan di atas perahu kecil juga tidak kalah mengasyikkan. Namun jangan lupa membawa sunblock, jika tak ingin terkena sengatan sinar matahari.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Bair adalah pada pergantian musim, antara Maret hingga Agustus. Saat itu kondisi ombak kemungkinan tidak terlalu besar.

Setelah lelah mengelilingi pulau, pengunjung bisa melipir ke kota Tual dan mencoba kuliner setempat bernama Embal. Sajian khas ini terbuat dari singkong dan merupakan makanan pokok masyarakat Kei. Selain itu ada juga hidangan bernama Lad, tumisan yang terbuat dari rumput laut.

Jadi tunggu apalagi? Segera rencanakan liburanmu bersama teman-teman maupun kekasih.

Komentar kamu?