Gua Sawar, Destinasi Wisata yang Bikin Merinding

Tempatnya di pedalaman Pegunungan Meratus, tersembunyi di antara bukit dan hutan yang sunyi. Tak ayal gua ini terkesan angker.

65 views
0

WartaWisata.ID – Kalimantan Selatan tidak identik dengan wisata alam. Bukan karena provinsi ini tidak memiliki alam yang indah, tapi lebih karena belum dikembangkan secara optimal. Apalagi, nama Kalimantan lekat dengan keangkeran dan medan yang berat membuat banyak orang enggan menyusuri alamnya.

Padahal, banyak sajian alam yang amat menarik. Salah satunya adalah Gua Sawar. Gua ini berada di Desa Salak, Kecamatan Batangalai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, salah satu kabupaten yang ada di Pegunungan Meratus.

Jaraknya sekitar 30 km dari Barabai, Ibu kota kabupaten. Dari Barabai, kita bisa menyewa mobil atau menggunakan ojek melewati kecamatan Batangalai Selatan yang berjarak sekitar 10 km ke Desa Salak.

Jarak dari Desa Salak ke mulut gua sebenarnya tidak sampai 5 km. Tapi jalan yang harus dilewati sangat menantang. Pertama kita akan disuguhi pemandangan kebun karet, kemudian mulai masuk ke area perbukitan yang konturnya terjal.

Tidak ada jalan lain selain berjalan kaki. Perjalanan yang tergolong pendek itu bisa memakan waktu hingga satu jam. Siapkan sepatu atau sandal antiselip jika ingin sampai ke Gua Sawar dengan selamat. Selain itu, siapkan minum yang cukup karena hampir tidak ada warung.

Gua Sawar baru dioptimalkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan sejak 2015. Sebelumnya, sangat jarang orang yang mau ke tempat ini. Namun saat ini, siapa saja yang bertanya soal wisata di Kalimantan Selatan, pasti mereka akan direkomendasikan untuk mengunjungi Gua Sawar.

Walaupun terletak di pedalaman, namun begitu menginjakkan kaki di mulut gua, kita pasti tidak akan berhenti berdecak kagum. Kemegahan Gua Sawar yang sebenarnya baru nampak manakala kita menyusuri lorong gua sepanjang 25 m.

Di sinilah ruang utama Gua Sawar. Bagian dalam gua bertingkat sehingga terlihat seperti panggung megah. Bagian atasnya ada lubang tempat cahaya masuk. Pancaran sang surya ini nampak seperti cahaya lampu sorot yang khas kita temui di konser-konser musik.

Waktu terbaik datang ke Gua Sawar adalah saat musim kemarau pada pukul 10.00 hingga 13.00. Di jam-jam tersebut, sinar matahari benar-benar memenuhi ruang gua dan menjadikannya sangat cantik.

Setelah puas menikmati keindahan Gua Sawar, kita bisa beristirahat sejenak di pinggir-pinggir bukit yang berlatar pegunungan Meratus.

Komentar kamu?