Geliat Kabupaten Biak Numfor, dalam Menggenjot PAD melalui Wisata

Industri Pariwisata yang diharapkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah belum membuahkan hasil. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah Biak Numfor untuk memajukan industri pariwisata.

62 views
0

Wartawisata.ID – Kabupaten Biak Numfor adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Biak. Wilayah otonom yang kini disebut sebagai Kabupaten Supiori pernah menjadi bagian dari kabupaten ini.

Transportasi utama Kabupaten Biak Numfor adalah Bandar Udara. Bandar Udara Frans Kaisiepo merupakan bandar udara Internasional pertama di wilayah Papua dengan panjang landasan pacu hampir 3,6 km. Dimasa tahun 1990 an pernah melayani rute penerbangan Internasional ke Los Angeles USA melalui Honolulu. Untuk transportasi darat panjang jalan di Kabupaten Biak Numfor mencapai 703,74 Km yang terdiri dari Jalan Nasional (65,66 Km), Jalan Provinsi (193,51 Km), dan Jalan Kabupaten (444,56 Km). Dari total panjang jalan tersebut, 96,9 persen Jalan Provinsi sudah diaspal, dan 92,13 persen Jalan Kabupaten sudah diaspal.

Industri
Pertumbuhan Industri di Kabupaten Biak Numfor dalam beberapa dekade ini terasa stagnan, bahkan mengalami penurunan. Hal ini dirasakan semenjak tutupnya Hotel Bintang Lima pertama di Papua, yaitu Hotel Marauw, dan terhentinya pabrik pengalengan ikan, Biak Mina Jaya. Yang lebih memprihatinkan, Hotel Marauw hancur akibat penjarahan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pada dekade tahun awal 1990-an, Kota Biak pernah melayani rute penerbangan Internasional Bali – Biak – Honolulu – Los Angeles. Disayangkan rute penerbangan Internasional ini tutup.

Industri Pariwisata yang diharapkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah belum membuahkan hasil. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah Biak Numfor untuk memajukan industri pariwisata. Pembenahan infrastruktur di bidang pariwisata mutlak di lakukan agar wisatawan mancanegara/ lokal merasa nyaman dalam melakukan kunjungan ke objek-objek wisata.

Perkembangan investasi dirasakan sangat lambat, kendala yang utama dirasakan investor adalah masalah kepastian hukum atas tanah. Seringkali terjadi gugatan masyarakat adat terhadap tanah mengakibatkan mundurnya minat investor dalam berinvestasi.

Posisi pulau Biak yang strategis diminati oleh Rusia untuk menjadikan Pulau Biak sebagai tempat peluncuran Satelit. Rencana ini sempat mencuat harapan akan masuknya investor dari Rusia ke Biak. Tetapi disayangkan sampai saat ini rencana tersebut ditunda karena hal-hal yang belum jelas.

Visi untuk menjadikan Biak sebagai kota Jasa, sampai saat ini belum tercapai jika tidak ada investor yang masuk untuk membangun kota Biak. Hal inilah yang membuat perkembangan Kota Biak terasa lambat selama beberapa tahun belakangan ini.

Untuk Infomasi lebih lengkap tentang Kabupaten Biak Numfor, silahkan klik SITE di bawah ini.

SITE

Komentar kamu?