Jejak Kerajaan Sriwijaya di Candi Muara Takus

Ada sebuah candi di provinsi Riau yang menjadi perdebatan diantara para arkeolog di masa lalu. Candi Muara Takus yang hingga kini belum diketahui kapan tepatnya ia dibangun.

67 views
0

WartaWisata.ID – Candi Muara Takus ini terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Jaraknya dari kota Pekanbaru sekitar 135 km. Candi ini terletak di dekat sungai Kampar Kanan.

Hal yang menjadikan candi ini unik dan berbeda dengan candi lain yang ada di Indonesia adalah karena terbuat dari batu bata merah, berbeda dengan candi di pulau Jawa yang terbuat dari batu berwarna hitam atau abu-abu gelap itu. Komplek candi Muara Takus ini terdiri dari 4 bangunan yaitu Candi Tua, Candi Mahligai, Candi Bungsu, dan Candi Palangka.

Secara astronomi Candi Muara Takus terletak pada garis khatulistiwa koordinat 0°21 LU dan 100°39 BT. Berdasarkan hasil pengukuran dan penelitian tersebut J.W. Yzerman yang dibantu IR. Delprat pada tahun 1889 diketahui areal candi ini seluas 1,25 km persegi dan dikelilingi tembok batu seluas 74m x74m. Luas situs Candi Muara Takus dalam batas pagar batu keliling adalah 5476 m².

Cerita penemuan candi ini terdapat 2 versi. Versi pertama adalah candi ini ditemukan oleh J.W. Yzerman pada tahun 1889 yang sedang berkelana di hutan Sumatera dan tidak sengaja menemukan lokasi candi ini. Versi kedua dan paling terkenal adalah candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1860 oleh seorang arkeolog bernama Cornet de Groot.

Hal yang menjadi simpang siur hingga saat ini adalah tahun pendirian atau tahun dibangunnya areal candi ini. Berdasarkan riset, ada beberapa peneliti yang pernah melakukan penelitian untuk menentukan berapa umur candi ini dan kapan mulai dibangun. Namun belum membuahkan hasil yang sama dan disetujui oleh semua pihak.

Meski demikian, satu-satunya hal disetujui oleh para ahli tersebut adalah candi Muara Takus merupakan peninggalan dari kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan Budha yang berkembang di Sumatera dan mencapai puncak kejayaan sekitar abad ke 7 dan 8 masehi.

Komentar kamu?