Rumah Betang Tumbang Gagu, Rumah Bersejarah Kotawaringin Timur

Betang Tumbang Gagu adalah sebuah rumah bersejarah yang terletak di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

92 views
0

WartaWisata.ID – Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kaya akan beragam wisata, baik wisata alam hingga budaya. Salah satu yang menarik untuk dituju yakni rumah betang Tumbang Gagu, yang menjadi nominasi pada ajang penghargaan pesona indonesia sebagai situs bersejarah terpopuler.

Betang Tumbang Gagu Secara administratif terletak di Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Betang Tumbang Gagu atau juga dikenal dengan sebutan Betang Antang Kalang, dibangun selama 7 tahun, dimulai pada tahun 1870 dan baru ditempati pada tahun 1878. Pada awalnya, betang ini ditempati oleh 6 kepala keluarga yang mendirikan bangunan tersebut yakni (1) Boruk Dawut (2) Pangkong Iding Dandu (3) Singa Jaya Antang Kalang (4) Manis Bin Lambang Dandu (5) Rais Bin Lambang Dandu (6) Bunter dan Karamu.

Namun, menuju ke sana membutuhkan waktu perjalanan yang cukup panjang. Mulai dari melewati jalur darat hingga menyusuri sungai kecil. Menurut penuturan seorang pengunjung yang melakukan perjalanan ke sana, diperlukan waktu 10 hingga 12 jam jika dimulai dari Kota Sampit.

Rumah Betang Tumbang Gagu berada di pinggiran Sungai Kalang. Hingga kini masih terjaga keasriannya walaupun dengan usia yang sangat lama. Uniknya, rumah itu dibangun tidak menggunakan paku, tapi hanya menggunakan pasak.

Rumah Betang Tumbang Gagu ini, menurut sejarahkalimantantengah.blogspot.co.id, dibangun oleh Antang Beliau yang berasal dari daerah sungai Kahayan di Kampung Bukit Rawi, cucu dari Tamanggung Rawi dan istrinya bernama Tukai juga berasal dari pedalaman Sungai kahayan, yaitu kampung Batu Nyiwuh.

Sejak Betang ini dibangun seluruh keluarga besar memanfaatkan Betang sebagai tempat pertemuan adat, musyawarah, melindungi diri dari serangan asing, alam dan bahaya binatang buas. Menurut informasi keturunannya harga getah kayu pada zaman ini sangat baik di pasaran luar Borneo, maka Antang Kalang berniaga sampai ke Singapura. Antang Kalang meninggal di tahun 1950 di usia kira-kira 125 tahun.

Rumah besar itu sendiri ukurannya relatif cukup besar, yakni panjang mencapai 47,62 meter dan lebar 15 meter. Rumah dilengkapi masing-masing 6 buah kamar dan dapur, ruang pertemuan, ruang keluarga dan kamar mandi. Di dalam rumah tersisa dua meriam kuno dengan panjang lebih dari satu meter. Terpisah, ada lumbung padi, sapundu, sandung dan tiang pantar.

Ada 20 anak tangga dengan ketinggian sekitar 7 meter untuk naik ke atas. Dari depan rumah menuju sungai juga terdapat selasar memanjang sekitar 50 meter. Bangunan tersebut menunjukkan wujud semangat kebersamaan.

Komentar kamu?