Desa Adat di Perbukitan Yang Indah, Labuan Bajo

Berada di ketinggian 624 mdpl, Desa Melo menawarkan keindahan alami khas pedesaan dan eksotisnya tradisi Flores. Pintu masuk kampungnya merupakan pelataran luas, yang menyajikan pemandangan lembah nan indah dan mempesona.

2,131 views
0

WartaWisata.ID – Kampung Melo adalah sebuah desa adat yang terletak di Desa Liang Ndara, Manggarai Barat dan berjarak sekitar 40 kilometer dari Labuan Bajo Desa dengan penduduk sekitar 1.800 orang suku asli Manggarai ini berudara sejuk, dengan suhu tertinggi mencapai 20 derajat celcius.

Desa Melo berada di bukit dengan pemandangan lembah yang menakjubkan. Denah kampung ini juga unik, pintu masuknya merupakan sebuah pelataran luas seperti ruang tamu di dalam sebuah rumah. Di Pa’ang atau pintu masuk menuju Kampung Melo, kalian akan disambut oleh ketua adat dan diberi selendang cantik khas Kampung Melo sebagai bentuk ucapan selamat datang. Selain itu, kalian juga akan diberi sopi dan pinang sirih. Penyambutan ini merupakan salah satu upaya menjaga adat Manggarai Barat.

Setelah menjamu dan mendoakan para tamu yang datang, ketua adat akan mengajak ke sebuah rumah utama di tengah kampung yang bernama Rumah Gendang. Disini,berbagai penampilan seni khas Kampung Melo pun dipersiapkan. Salah satunya pertunjukan tari caci, sebuah tarian untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan panen dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Tari Caci dilakukan oleh para pemuda Kampung Melo dengan memakai cambuk, dan akan menari sambil mencambuk satu sama lain sesuai dengan iringan lagu. Sekalipun sakit dan memar, darah yang keluar dari tubuh penari dianggap sebagai bentuk persembahan kepada para leluhur.

Atribut yang dipakai oleh pemain Caci sarat akan nilai filosofis, mulai dari kekuatan diri sendiri hingga penghormatan kepada alam. Ada tiga atribut yang digunakan, yaitu perisai melambangkan ibu, penangkis melambangkan ayah, dan pecut yang melambangkan percobaan hidup. Warga Kampung Melo percaya saat mereka menerima cobaan, ayah dan ibu akan selalu siap menjaga karena Kampung Melo dikenal dengan ungkapan Siang Hari Dijaga Ayah, Malam Dilindungi Ibu.

Setelah upacara penyambutan berakhir, kalian bisa berkeliling di sekitar Kampung Melo dan menikmati pemandangan Manggarai Barat dari ketinggian. Selain itu, kalian juga bisa melihat kegiatan sehari-hari masyarakat Melo, dan mengenal warga Kampung Melo yang hidup dalam damai dan keramah-tamahan.

Komentar kamu?