Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, Maskot Kota Tarakan

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) adalah kawasan alam untuk hutan mangrove dan habitan bekantan.

139 views
0

WartaWisata.Id – Bekantan begitu dikenal sebagai maskotnya wahana hiburan Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Namun, tidak banyak yang tahu bila monyet hidung panjang ini merupakan ikon pariwisatanya Kota Tarakan. Kalau kalian ingin melihat langsung bekantan yang lucu ini, kalian bisa ke ke Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) yang berada di Jalan Gajah Mada, Tarakan, Kalimantan Utara.

Objek wanawisata pesisir itu terletak di Jalan Gajahmada, Tarakan, dan hanya butuh 10 menit dari Hotel Segiri atau sekitar 20 menit jalan kaki dari Swiss-Belhotel. KKMB yang kini luasnya 22 hektar, awalnya hanya 3 hektar. Pengembangan kawasan ini merupakan inisatif dari Walikota Tarakan saat itu Yusuf Serang Kasim, yang peresmiannya dilakukan pada 5 Juni 2003.

Monyet hidung panjang dengan rambut coklat kemerahan yang merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal Nasalis ini ternyata menyukai pucuk daun bakau (Rhizophora racemosa) yang tumbuh subur di KKMB. Selain itu, setiap pukul 08.00 WITA petugas juga memberikan makanan tambahan berupa pisang sanggar. Bekantan juga bisa di sebut sebagai “Monyet Belanda”.

Saat menyantap makanan tambahan inilah bekantan memiliki tradisi unik, yaitu membiarkan anggota kelompok kecilnya makan terlebih dahulu. Sementara, ketua kelompoknya mengawasi keadaan sekitar guna memastikan tidak ada gangguan.

Ada dua kelompok bekantan di KKMB ini yang jumlah setiap kelompoknya antara 15 sampai 18 individu. Kelompok pertama dipimpin oleh Jhon yang memiliki tubuh paling besar diantara bekantan yang lain. Sedangkan kelompok kedua dikomandoi oleh Maikel.

Di Indonesia, bekantan merupakan satwa yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Bagi pelanggar, akan dipidana dengan kurungan paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Bekantan juga masuk dalam daftar CITES Apendix I atau tidak boleh diperdagangkan. International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan statusnya Genting (Endangered/EN). Pada 2008, Mangrove Forest Balikpapan menyebutkan populasi bekantan sekarang diperkirakan hanya 25 ribu individu.

Di KKMB ini juga, bukan hanya bekantan dan hutan mangrove yang bisa kita lihat, ada juga kepiting, burung, kadal, tupai dan ikan timpakul yang hidup bebas.

Komentar kamu?