Menikmati Kuliner Enak di Los Lambuang Bukittinggi

Tempatnya tersembunyi di tengah padatnya pasar tradisional. Wisatawan tak jarang tersasar untuk menemukannya.

185 views
0

WartaWisata.ID – Kondisi di tiga pasar tradisional di Bukittinggi, Sumatera Barat, yaitu Pasar Ateh, Pasar Lereng, dan Pasar Bawah sangat padat oleh pedagang. Pedagang makin berhimpit dengan adanya pasar sementara, tempat pedagang Pasar Ateh berjualan sementara di kala gedung tempat mereka berjualan dibangun. Tak ayal, Los Lambuang ibarat mata air di padang gurun.

Los Lambuang sendiri jika diartikan secara harafiah bermakna “Lorong Lambung”. Bagi warga sekitar Bukittinggi, kios ini adalah tempat untuk mengisi lambung. Di kala lapar. Sederhananya, Los Lambuang merupakan pusat jajan di tiga pasar itu.

Tidak jelas kapan tepatnya Los Lambuang berdiri. Namun, rata-rata pedagang di tempat ini merupakan keturunan kedua, bahkan beberapa sudah merupakan cucu dari pedagang yang pertama kali berjualan. Jadi, jika dikira-kira Los Lambuang sudah berdiri lebih dari 20 tahun yang lalu.

Jangan harap kita bisa menemukan makanan modern semacam ayam goreng tepung, daging panggang, atau mie instan. Pusat jajan ini merupakan sentra makanan tradisional Minang yang bahkan sudah jarang dijajakan di kawasan lain di Bukittinggi. Tidak hanya menu dan bumbunya yang mempertahankan warisan leluhur. Cara penyajiannya pun demikian.

Nasi Kapau misalnya. Kita bisa menemukan uni-uni, sebutan untuk wanita Minang, menjajakan lauk-lauk andalan khas Kapau dengan cara aslinya. Mereka berdiri di sebuah panggung kecil, memegang sendok bergagang panjang, dan pengunjung yang duduk lebih rendah dari penjualnya.

Selain Nasi Kapau yang menjadi andalan Bukittinggi, di Los Lambuang kita juga bisa menemukan Katupek Pitalah yang dibuat menggunakan bumbu gulai dengan varian lauk yang beragam, mulai dari daging, jeroan, hingga perkedel.

Rasa yang sangat nikmat justru berbanding terbalik dengan harganya. Cukup bawa Rp30.000 kita sudah bisa menikmati seporsi Nasi Kapau hingga lambung penuh. Jika merasa masih kurang, kita bisa menambah lauk tambahan. Rata-rata wisatawan tidak sampai menghabiskan Rp50.000 untuk satu kali makan di Los Lambuang.

Ingat, malu bertanya sesat di jalan. Jika kalian belum pernah mengunjungi tempat ini, jangan malu bertanya kepada warga sekitar. Dan memang benar-benar kita akan tersesat jika tidak bertanya lantaran kita harus melalui belasan tikungan, puluhan anak tangga, dan gang-gang sempit sebelum sampai di Los Lambuang.

Komentar kamu?