Menikmati Keindahan Lembah Taruko di Bukit Tinggi

Menikmati kemegahan Ngarai Sianok dari bagian atas mungkin sudah sangat umum. Bagaimana jika kita pergi ke dasar ngarai?

1,602 views
0

WartaWisata.ID – Jika kita mengintip foto-foto kawasan Lembah Taruko di media sosial atau di mesin pencari, selintas terlihat jika tempat itu sangat jauh dari peradaban. Padahal, Taruko terletak tidak jauh dari pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, hanya sekitar 30 menit perjalanan. Bahkan jika kondisi jalan lengang, Taruko bisa dicapai dalam waktu 15-20 menit saja.

Sebelum mencapai lembah ini, kita akan melewati jalan yang berliku dan sempit. Untungnya, kondisi jalan sudah sangat tertata rapi. Kemudian kita akan menyusuri sebuah anak sungai dan melewati sebuah ruas jalan yang di kanan kirinya dipenuhi pepohonan besar nan rindang. Keluar dari kawasan yang menyerupai hutan itu, barulah kita mulai bisa melihat betapa dahsyatnya lembah Taruko.

Cukup parkir kendaraan di pinggir sungai dan susuri jalur kebun yang menjadi lahan mencari makan kawanan kerbau masyarakat sekitar. Itulah titik terbawah dari lembah Taruko. Jika kita berdiri di pinggir bukit Ngarai Sianok yang terkenal itu, kita tidak akan menyangka jika ada tempat seindah itu di dasar ngarai.

Oh ya, sebelum ke lembah Taruko, ada baiknya kalian membawa pakaian ganti. Sebab, kita diperkenankan untuk menjajal segarnya aliran air sungai Taruko. Tinggi air sungai hanya berkisar 10-15 cm, arusnya pun sangat tenang.

Hebatnya, siapapun bebas untuk berendam atau sekadar mencuci muka di sungai ini tanpa dipungut bayaran sepeserpun. Tapi ingat, bawa pulang seluruh sampah yang kita buang karena kita tidak akan menemukan petugas kebersihan dan tempat sampah di sekitar sungai ini. Ketakjuban terhadap Lembah Taruko tidak berhenti sampai di situ. Setelah puas berendam di sungai yang menyegarkan, pacu kendaraan untuk terus ke dalam. Kita akan menemukan beberapa tempat untuk bersantai dan mengisi perut.

Di pinggir jalan ini ada dua restoran bernuansa alam, Kafe Taruko dan Restoran Kapatoman. Keduanya tidak hanya menyajikan panganan yang menggugah selera, tapi juga tempat bersantai sambil menikmati kemegahan bukit-bukit yang menjulang tinggi.

Perjalanan ke Lembah Taruko bisa diakhiri dengan naik ke sebuah bukit yang menjulang sekitar 100 meter dari dasar lembah. Di situ ada sebuah desa yang oleh masyarakat sekitar disebut desa Kapatoman. Itu adalah desa terakhir dan paling terpencil di kawasan Taruko.

Dari atas bukit ini, kita bisa menikmati lansekap Taruko tanpa halangan apapun. Sekadar duduk, berleha-leha, atau memburu foto-foto instagramable menjadi menu wajib saat bertandang ke bukit ini. Lembah Taruko sendiri kerap disebut juga dengan nama Lembah Takapuan, yang dalam bahasa Indonesia berarti Lembah Terkepung. Secara kasat mata kita memang bisa melihat sendiri jika kawasan lembah ini dikepung oleh bukit-bukit maha besar.

Komentar kamu?