Mengenal Suku Dayak di Pedalaman Sintang

Suku Dayak Seberuang di Sintang dikenal sebagai penjaga hutan adat di Kalimantan. Dayak Seberuang secara turun temurun menjaga kelestarian hutan adat Kalimantan, dengan cara tidak merusak dan mengambil hasil hutan secara berlebihan.

450 views
0

WartaWisata.ID – Kalimantan, sebuah pulau di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia ini menyimpan banyak pesona. Tak hanya soal destinasi wisata yang unik dan memukau, seperti Bukit Kelam, Tarakan, Danau Sentarum, Pontianak, hingga ke Martapura. Semua punya keunikan tersendiri. Di balik semua itu, Kalimantan juga punya budaya yang sangat kuat. Yup, Kalimantan merupakan ‘rumah’ dari salah satu suku etnik di Indonesia, yaitu suku Dayak.

Suku Dayak hampir tersebar di seluruh pulau di Kalimantan, dan memiliki rumpun yang sangat banyak. Beberapa dari suku Dayak masih tinggal di pedalaman hutan di Kalimantan. Sebut saja salah satunya suku Dayak di pedalaman Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Suku Dayak di Kabupaten Sintang merupakan suku Dayak Seberuang, yang masih satu rumpun dengan Dayak Iban. Jumlah suku Dayak Seberauan diperkirakan sekitar 25 ribuan jiwa. Meraka tersebar di Sepauk dan Tempunak di Kabupaten Sintang, hingga ke Tayan Hilir di Kabupaten Sanggau. Selain itu, Seberuang juga merujuk pada satu kecamatan yang berada di kabupaten Kapuas Hulu yaitu Seberuang, Kapuas Hulu.

Menurut sejarah, raja yang pertama memerintah di kerajaan Sintang berasal dari hulu sungai Sepauk, tepatnya di daerah bukit Kujau di Hulu sungai Sepauk dan Tempunak. Selain suku Dayak Seberuang, di daerah Sepauk khususnya berdiam pula suku Dayak Sekujam dan suku Dayak Sekubang.

Kedua suku Dayak ini diyakini menetap lebih awal di kawasan ini, namun hidup berpindah-pindah. Kemudian daeran ini dihuni oleh suku Dayak Seberuang yang berasal dari Tampun Juah, maka hampir seluruh kawasan di sepanjang sungai Sepauk dan sungai Tempunak ditempati oleh orang Dayak Seberuang.

Suku Dayak Seberuang juga dikenal sebagai penjaga hutan adat di Kalimantan. Dayak Seberuang secara turun temurun menjaga kelestarian hutan adat Kalimantan, dengan cara tidak merusak dan mengambil hasil hutan secara berlebihan. Hal ini dikarenakan hutan telah menyediakan makanan, kayu serta obat-obatan untuk mereka selama ini.

Komentar kamu?