Motif Kain Tenun Wakatobi Yang Unik

Kebanyakan pengrajin kain tenun merupakan kelompok etnis Buton. Dulu, benang pada kain tenun terbuat dari kapas yang dipintal menjadi benang. Lalu, benang-benang ini diwarnai dengan pewarna alami.

2,501 views
0

WartaWisata.ID – Setiap daerah di Indonesia memiliki kain tenun khasnya sendiri, tak kecuali Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Keindahan kain tenun Wakatobi berasal dari para pengrajin yang masih memproduksi secara tradisional hingga hari ini. Kebanyakan pengrajin kain tenun merupakan kelompok etnis Buton. Dulu, benang pada kain tenun terbuat dari kapas yang dipintal menjadi benang. Lalu, benang-benang ini diwarnai dengan pewarna alami.

Ciri khas tenun Wakatobi adalah pola garis-garis dengan berbagai warna. Motif garis-garis ini biasanya digunakan untuk para wanita. Sementara untuk para pria, motif tenun umumnya kotak-kotak. Salah satu desa tertua pembuat tenun Wakatobi berada di Pajam. Desa Pajam menjadi pusat kerajinan tenun atau Weaving Handicraft Center yang kemudian menjadi kawasan Ecotourism kebanggaan Wakatobi.

Perempuan dari Desa Pajam diajarkan menenun agar dapat mewariskan tradisi ini. Mereka diajarkan tiga tahapan tenun. Pertama adalah Purunga atau proses menggulung benang. Kedua Oluri, yaitu proses menggulung benang di atas papan. Dan terakhir adalah proses menenun benang hingga menjadi satu lembar kain atau sarung. Proses ini memakan waktu kurang lebih satu minggu untuk satu kain.

Selain Desa Pajam, ada juga Desa Liya Togo yang melakukan upaya pelestarian kain tenun. Setiap masyarakat dan tamu yang datang ke sini wajib mengenakan tenun khas Wakatobi. Para pria wajib mengenakan sarung tenun. Sementara pada perempuan mengikatkan kain tenun pada satu pundaknya, di sisi kiri untuk perempuan yang belum menikah dan di sisi kanan untuk yang sudah menikah.

Saat ini, kain tenun Wakatobi sedikit dimodifikasi dengan menggunakan warna metalik (emas, perak, hijau, merah, biru dan lainnya) agar hasil kain lebih mengkilap saat terkena cahaya. Seiring dengan beragamnya minat pembeli, para penenun juga bekerja sama dengan perancang untuk membentuk motif baru sehingga hasilnya lebih variatif.

Kain tenun biasanya digunakan oleh masyarakat pada acara-acara adat. Ada juga yang dijual sebagai cenderamata untuk para wisatawan yang datang dengan harga mulai dari 300 ribu hingga jutaan rupiah. Yuk, lestarikan kain tenun Wakatobi!

Komentar kamu?