Berburu Makanan Kaya Rempah di Aceh Culinary Festival 2019

Pelaksanaan Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 ini juga sebagai rangkaian mengisi kemenangan yang telah diraih Aceh sebagai juara dua; Destinasi Wisata Halal Dunia yang telah melewati standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019

396 views
0

WartaWisata.ID – Pesona budaya di Aceh sudah tak diragukan lagi. Begitu pula dengan keindahan alam yang dimilki Aceh. Pastinya semua akan betah berlama-lama di sana. Semua ditambah dengan kenikmatian dari setiap hidangan khas yang selalu menggoda selera. Yup, siapa yang tidak tergoda dengan hidangan mie kaya rempah khas Aceh, atau nikmatnya ayam tangkap, dan sate matang khas Aceh. Pastinya membuat air liur kira menetes.

Bagi yang ingin mencicipinya, 5-7 Juli 2019 adalah waktu yang tepat. Karena di Aceh akan digelar sebuah festival kuliner terbesar bertajuk; Aceh Culinary Festival 2019. Festival ini akan berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. Festival ini sudah dua kali digelar, dan masuk jajaran Top 100 Wonderful Event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pelaksanaan Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 ini juga sebagai rangkaian mengisi kemenangan yang telah diraih Aceh sebagai juara dua; Destinasi Wisata Halal Dunia yang telah melewati standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019. Tapi, tujuan utama penyelenggaraan ACF 2019 tentu saja bermuara pada meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Aceh.

Wajar saja, kuliner memang menjadi salah satu daya tarik wisata di Aceh yang bernilai jual sangat tinggi, selain kenikmatan cita rasa, cerita, adat dan budaya yang ada di balik beragam hidangan khas Aceh, juga menambah nilai dan keunikan berwisata kuliner di Aceh. Aceh Culinary Festival 2019 akan melibatkan partisipasi dari 23 Kabupaten dan Kota di Aceh, dengan total lebih dari 100 tenda yang menjual makanan khas dan internasional.

Perkembangan kuliner di Aceh memang tak bisa lepas dari perdagangan antara saudagar dari Mesir dan India dengan pedagang Nusantara pada abad pertengahan. Kiranya, sekitar abad ke-14, para padagang India Tamil yang berburu lada di Nusantara kemudian mulai menetap di pesisir barat Sumatera, yang kala itu masih menjadi wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh.

Sejak saat itu, orang Aceh dan Minangkabau mulai mengenal penggunaan bumbu rempah. Makanan Aceh seperti mie Aceh, gulai kambing, martabak, roti canai, dan aneka kari seperti keumamah dan beulangong, bisa dibilang merupakan hasil dari persilangan budaya yang sudah terjadi sejak berabad-abad lalu.

Maka, sekarang tak heran jika Aceh punya segudang makanan kaya rempah yang siap memanjakan lidah kita.

Komentar kamu?