Pesona Pulau KRI Yang Masih Sangat Asri

Pulau Kri masuk dalam bagian pulau di Yenbuba, Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Letaknya tidak jauh dari Sorong ataupun Waisai.

720 views
0

WartaWisata.ID – Raja Ampat memang sudah sangat dikenal dunia akan keindahan alamanya. Tapi kebanyakan orang mengunjungi Raja Ampat di Wayag, Pianemo, atau ke Misool. Nyatanya, di Raja Ampat juga ada sebuah pulau yang masih sangat jarang dijelajah orang. Nama pulau tersebut adalah Pulau Kri.

Pulau Kri masuk dalam bagian pulau di Yenbuba, Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Letaknya tidak jauh dari Sorong ataupun Waisai. Jaraknya hanya sekitar 2 jam dari Sorong menggunakan speedboat, atau sekitar 30 menit dari Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat.

Sama seperti pulau-pulau lain di Raja Ampat, spot selam dan snorkeling menjadi daya tarik utama di Pulau Kri ini. Di sini kita bisa dengan mudah bertemu ikan-ikan dan biota laut lainnya, tanpa harus menyelam dalam.

Setidaknya di Pulau Kri terdapat sekitar 374 spesies ikan dan terumbu karang. Mulai dari barakuda, berbahai jenis jacks, batfish, kakap, kerapu, hingga kura-kura hijau. Namun yang paling diincar para wisatawan adalah hiu. Bahkan kita tidak perlu repot menyelam untuk bertemunya, karena hanya dengan snorkeling di pinggir pantai saja kita sudah bisa melihat hiu-hiu berenang.

Pulau Kri di Raja Ampat ini terbilang masih asri. Air laut yang bening bersih dan jernih, membuat para penyelam akan mudah untuk melihat dan menyaksikan potongan surga yang tergelatak dengan rapi di sini. Selain itu, deret pantai yang indah, juga melengkapi segala keindahan alam di sana. Jadi, ketika ke sana wajib pula kita jaga kebersihannya, ya!

Aktivitas yang bisa kita lakukan di Pulau Kri tidaknya menyelam saja. Di sini kita juga bisa bersantai di pinggir pantai dengan pemandangan yang luar biasa, atau bermain kayak di perairan pantainya juga menarik dicoba.

Untuk penginapan juga tak perlu khawatir. Di Pulau Kri sudah tersedia beberapa penginap mewah hingga homestay yang low budjet. Biasanya penginapan tersebut juga menyewakan peralatan untuk menyelam maupun snorkeling, jadi kita tak perlu khawatir merasa bosen karena tidak ada kegiatan di Pulau Kri. Semuanya sudah tersedia di sini.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Kri ada pada bulan Oktober hingga April, saat itu biasanya perairannya lebih tenang. Sedangkan pada Juni hingga Agustus, biasanya gelombang lautnya cukup tinggi.

Menuju ke Pulau Kri juga terbilang mudah. Kita tinggal terbang menuju ke Sorong. Lalu, setibanya di Sorong kita bisa naik kapal Ferry atau kapal cepat Sorong-Wasai. Jika malas, bisa naik pesawat dari Sorong menuju ke Waisai. Masuk ke Pulau Kri dikenakan biaya retribusi Raja Ampat sebesar Rp500.000 untuk WNI, dan Rp1.000.000 untuk WNA.

Jadi sekarang bertambah lagi destinasi tujuan kita di Raja Ampat, bukan? Jaga dan lestarikan, ya!

Komentar kamu?