Pesona Terumbu Karang Yang Masih Perawan di Gorontalo

Ini adalah spot yang baru bagi kami dan spot andalan bagi wisata bawah laut Pohuwato," kata Marwan Mohamad, Minggu (7/7).

169 views
0

WartaWisata – Marwan Mohamad, nakhoda KLM Sunshine, kapal wisaya merapat ke gugusan karang Molombunaye di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo saat matahari tengah meninggi, pukul 10.30 WITA. Delapan wisatawan mancanegara bergegas menyiapkan peralatan selamnya, dan segera menceburkan diri di air laut yang jernih. Sesaat kemudian hanya gelembung udara yang tampak di permukaan.

“Ini adalah spot yang baru bagi kami dan spot andalan bagi wisata bawah laut Pohuwato,” kata Marwan Mohamad, Minggu (7/7).

Ini pertama kalinya KLM Sunshine menjajal lokasi ini, sehingga Sang Nakhoda  meminta bantuan pemandu setempat yang sudah hafal lokasi untuk menuntunnya.

“Ternyata bukan hanya pemandu yang datang, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Porapar) juga menyambut kami dengan hangat,” ujar Marwan Mohamad.

Kawasan penyelaman Pohuwato memang layak dikunjungi, Daerah ini menawarkan pesona terumbu karang yang masih perawan. Hanya kurang ekaplorasi dan publikasi menyebabkan daerah ini terlambat dikenal.

“Molombunaye merupakan kawasan yang cukup luas dengan banyak dive spot. Karangnya didominasi Salvador Dali Sponge dan banyak jenis lainnya serta habitat ikannya yang masih terjaga,” ujar Arvan Tangoi, Kepala Dinas Porapar yang didampingi Yassir Adiputera, Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Pohuwato.

Untuk membuktikan promosi ini,  pemilik kapal  yang ikut langsung turun ke dive spot bersama tamu dari 5 negara. Satu jam menjelajahi bawah laut, tim naik ke kapal dengan senyum yang lebar.

“Semua tamu puas dengan apa yang dilihat di bawah air sana,” kata Marwan Mohamad.

Seperti Bunaken 20 tahun yang lalu, adalah kalimat yang keluar dari pemilik kapal wisata ini. Kondisi karang di sini masih terawat lestari.

“Pariwisata Pohuwato memang mengandalkan spot dive yang menarik, alami dan pasti memberi kepuasan tersendiri bagi wisatawan,” kata Yassir Adiputera.

Komentar kamu?