Pesona Arung Jeram di Sulawesi Selatan

Lokasinya berada di Sungai Bili-bili tepat di Desa Manuju Kecamatan Mocongloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

147 views
0

WartaWisata.id – Wisatawan pencinta atraksi ekstrem, mungkin bisa coba kegiatan yang satu ini. Arung jeram dengan pemandangan hijau di sekitarnya.

Mungkin salah satu yang diminati ialah arung jeram atau olah raga arus deras (Orad) menjadi salah satu yang paling diminati saat berwisata alam di sungai. Lokasinya berada di Sungai Bili-bili tepat di Desa Manuju Kecamatan Mocongloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Wisata air arung jeram di Sungai Bili-bili yang selalu dikunjungi wisatawan pada akhir pekan. Mereka bisa latihan bersama dengan anak-anak muda yang menyukai olahraga arus deras atau arung jeram yang ada di sini.

Sebelum berakhir, tim yang berjumlah 11 orang ini di bagi menjadi dua tim. Jarak yang ditempuh kelokasi tim arung jeram ini sekitar kurang lebih Delapan kilometer dan disinalah mengaplikasikan teknik mengarung sebenarnya di sungai sambil menikmati pemandangan di hilir sungai bili-bili yang penuh pepohonan hijau disekitarnya tak lupapun selalu menjaga kekompakan tim ini agar perahu berjalan dengan semestinya.

Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Muslim Indonesia (MAPALA UMI) menurunkan 11 orang anggotanya untuk mengikuti latihan bersama. Tim Arung Jeram Mapala UMI yang berjumlah 11 orang ini mempelajari teknik mendayung dan water rescue. Selain itu ada beberapa teknik lainnya yang dipelajari. Latihan ini didampingi langsung oleh pembimbingnya.

Ketua Tim Arung Jeram Mapala UMI Uzman Rahman mengatakan, latihan ini bertujuan untuk melanjutkan jenjang pendidikan di divisi arung jeram. Dimana kata Dia, pendidikan lanjutan kali ini mengambil divisi arung jeram atau olahraga arus deras (orad).

“Kami dari Tim Arung Jeram sudah sering latihan bersama untuk pendidikan lanjutan. Kami dari tim sepakat latihan bersama untuk menjadi anggota penuh,” kata Uzman, Sabtu (6/7/2019).

Sementara itu Pembimbing Tim Arung Jeram Mapala UMI, Armansyah yang juga angkatan Jagad Halilintar (JGR) di Mapala UMI mengatakan, setiap anggota tim Arung Jeram, wajib mengikuti latihan fisik dan simulasi sebelum turun ke lokasi pendidikan lanjutan.

Hal tersebut untuk menambah wawasanya sebelum tim turun berkegiatan melakukan jeram di sungai. Lebih lanjut dikatakan Armansyah, setiap tim wajib mempresentasikan apa yang telah diterapkan selama latihan di lapangan.

“Setiap anggota yang mengikuti latihan wajib mempresentasikan kegiatan di lapangan. Dalam bentuk laporan,” kata Arman.

Bagi yang takut dengan aliran air deras jangan khawatir. Tipikal aliran air stabil bisa menjaga pengunjung tetap aman saat berarung jeram si sungai Bili-bili.

Selain bermain arum jeram, warga juga bisa berswafoto di sini dengan latar bendungan bili-bili dan para rafter yang mengarung dibawa sungai sembari menyaksikan matahari tenggelam.

Komentar kamu?