Lembah Baliem di Jantung Papua, Rumah Suku Dani yang Subur

Lembah ini pertama kali ditemukan oleh orang Amerika bernama Richard Archbold pada 23 Juni 1938 dari pesawat amfibi. Dia tak sengaja melihat lembah yang mengagumkan dihiasi dengan ladang hijau ubi jalar bertingkat yang rapi berlatar puncak gunung yang terjal.

192 views
0

Wartawisata.ID – Lembah Baliem adalah sebuah dataran tinggi di Pegunungan Tengah Papua dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Kawasan lembah Baliem ini dikelilingi oleh dinding gunung hijau yang curam, dan meupakan rumah bagi Suku Dani.

Lembah Baliem memiliki panjang 72 km dan lebar 15 km sampai 31 km. Lembah ini dipotong oleh sungai Baliem, yang bersumber di gunung Trikora utara, mengalir ke Grand Valley, berliku-liku ke bawah dan selanjutnya mengalir ke selatan menjadi sungai berlumpur besar yang perlahan bermuara di Laut Arafura.

Lembah ini pertama kali ditemukan oleh orang Amerika bernama Richard Archbold pada 23 Juni 1938 dari pesawat amfibi. Dia tak sengaja melihat lembah yang mengagumkan dihiasi dengan ladang hijau ubi jalar bertingkat yang rapi berlatar puncak gunung yang terjal.

Suku Petani Papua
Suku Dani, yang menjadikan Lembah Baliem sebagai rumah mereka dikenal sebagai ‘pejuang yang lembut’. Dengan alat-alat sederhana yang terbuat dari batu dan tulang, mereka tetap berhasil mengukir ladang hijau yang memeluk bukit. Mereka juga menanam tanaman berakar dan memelihara babi. Mereka juga membangun pos-pos dan menara pengintai untuk mempertahankan lembah mereka dari suku yang bermusuhan.

Karena tanah yang subur dan keterampilan pertanian mereka, Suku Dani bersama-sama dengan sub-suku Yali dan Lani hidup tersebar di komunitas kecil dekat kebun mereka di antara lereng gunung yang terjal. Saat ini, mereka juga mengolah pisang, talas dan ubi jalar, jahe, tembakau dan mentimun.

Pondok Laki-laki dan perempuan bernama honai. Dengan atap jerami tebal mampu menjaga pondok agar tetap sejuk di siang hari dan hangat pada malam yang dingin. Jika penasaran, Sobat Pesona bisa mencoba bermalam di sana saat berkunjung di Lembah Baliem.

Satu-satunya akses ke Lembah Baliem adalah dengan terbang ke kota Wamena. Ada sejumlah operator dari Jayapura ke Wamena. Kita dapat menggunakan maskapai Trigana Air Services. Selain itu juga dapat menggunakan MAF, AMA, Yajasi, Manunggal Air; dan pesawat Hercules Tentara Nasional Indonesia(TNI). Dari Wamena ke pedalaman lembah Baliem dapat menyewa mobil atau perjalanan dengan bus umum.

Atraksi Budaya
Di lembah Baliem yang subur ini adalah tanah terbuka yang luas di mana Festival Baliem diadakan setiap tahun. Lebih dari seribu orang berduyun-duyun untuk melihat ‘perang bohongan’ yang diselenggarakan oleh Suku Dani dan suku-suku di sekitarnya.

Festival Baliem yang menawan diadakan pada tanggal sekitar 10-17 Agustus setiap tahun. Pada serangkaian festival, kita dapat menyaksikan tarian tradisional, balapan babi dan pementasan perang suku. Saat ini, Festival Baliem adalah salah satu alasan utama wisatawan mengunjungi lembah di jantung Papua ini.

Saat datang ke Baliem, kita bisa membeli souvenir berupa kerajinan hasil karya dari Suku Dani. Souvenir tersebut adalah pisau batu, yang merupakan favorit utama di antara pengunjung, Sekan atau gelang rotan, Noken atau tas yang terbuat dari serat kulit kayu, kalung dan gelang lengan serta jogal atau rok rumput Papua, dan dekorasi kepala lainnya. Buat yang punya jiwa petualang, dapat tinggal dan berbaur diantara orang-orang di Lembah Baliem. Atau bisa juga menginap di hotel yang ada di kota Wamena.

Komentar kamu?