5 Tempat Unik di Juwangi Boyolali dan Bisa dijadikan Destinasi Wisata

Nah, jika kamu berkunjung ke Juwangi, ada beberapa referensi tempat menarik yang unik di sekitar Juwangi untuk feed instagram kamu, berikut rangkumannya

419 views
0

WartaWisata.id – Nama Juwangi sempat menjadi bahan pembicaraan netizen di twitter usai disebut dalam sidang gugatan Pilpres 2019. Juwangi sendiri merupakan daerah yang berada di perbatasan antara Boyolali dan Purwodadi, Jawa Tengah.

Nah, jika kamu berkunjung ke Juwangi, ada beberapa referensi tempat menarik yang unik di sekitar Juwangi untuk feed instagram kamu, berikut rangkumannya :

Waduk Kedung Ombo

Waduk Kedung Ombo, merupakan waduk berukuran besar yakni 6.576 hektare dan membentang di tiga wilayah yakni Kabupaten Boyolali, Grobogan dan Sragen. Di Waduk ini, terdapat wahana wisata hutan Kedung Cinta yang dikelola oleh perum perhutani KPH Telawa. Berada di sekitar Wadung Kedung Ombo, wisatawan bisa melihat pemandangan waduk yang cantik, perairannya terlihat biru berpadu dengan pepohonan yang ada di sekitarnya. Waduk Kedung Ombo juga dilengkapi dengan Warung Apung yang menyediakan berbagai menu masakan. Uniknya, di tengah Waduk Kedung Ombo, juga terdapat makam mengapung. Makam tersebut adalah makam  Nyi Ageng Serang yang merupakan seorang pahlawan nasional. Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Tempat ini, kerap dijadikan pengunjung untuk wisata religi.

Loji Papak

Secara administratif, Loji Papak sudah masuk wilayah Grobogan. Namun jika berkunjung ke Juwangi lokasi ini jangan sampai terlewat lantaran lokasinya tak begitu jauh dari Juwangi. Loji Papak, merupakan sebuah rumah unik peninggalan zaman penjajahan Belanda. Dinamai Papak lantaran rumah Belanda tersebut tak bergenting. Rumah tersebut terdiri dari delapan ruangan kamar yang luas. Empat ruang di lantai bawah dan empat ruang di lantai atas. Dari lantai pertama menuju ke lantai kedua terfasilitasi sebuah tangga usang terbuat dari kayu dengan anak tangga selebar setengah meter. Beberapa ranjang besi berkelambu tanpa kasur juga masih dibiarkan tergeletak di kamar. Tak ada hiasan yang menempel di dinding, hanya keheningan yang memancar dari baliknya. Gedung Papak dibangun tahun 1919 pada masa pemerintahan Belanda dan difungsikan sebagai maskar besar tentara Belanda. Pada masa penjajahan Jepang, Gedung Papak digunakan sebagai rumah bordil. Rumah bordil diisi jugun Ianfu atau gadis-gadis pribumi yang dijadikan tawanan budak seks tentara Jepang.

Pasar Pisang

Pasar Pisang Juwangi merupakan pasar pisang yang hanya ada di hari tertentu yakni saat hari pasaran Wage dan Legi saja. Pasar pisang Juwangi merupakan tempat jual beli buah pisang yang banyak ditanam di halaman rumah warga Juwangi. Terdapat beberapa jenis pisang yang dijajakan. Seperti pisang kapok, pisang raja, pisang mas, dan sebagainya.

Bukit Pelangi

Bukit Pelangi Ngipik berada di Juwangi. Tempat wisata ini menawarkan beberapa spot foto dan beberapa wahana untuk bersantai-santai. Beberapa wahana dicat berwarna-warni layaknya pelangi. Di lokasi Bukit Pelangi juga terdapat koleksi beberapa satwa. Lokasi Bukit Pelangi Ngipik, menjadi lokasi yang cocok untuk bersantai-santai bersama keluarga.

Sumur Jolotundo

Lokasi Sumur Jolotundo berada di Juwangi, Boyolali. Sumur ini dikeramatkan warga dan dipercaya sebagai sumur yang membawa berkah. Di kawasan Sumur Jolotundo terdapat bangunan Joglo yang membuat kawasan ini terlihat khas. Dulunya, Sumur Jolotundo menjadi sumber mata air yang kerap digunakan warga. Penamaan Jolotundo sendiri banyak dipercaya sebagai nama pemberian Paku Buwono VI yang mengembara dari Keraton Solo dan singgah sejenak di sana.

Komentar kamu?