Pesona Danau Sentani, Sesuai Artinya “Disini Kami Tinggal dengan Damai”

Tidak hanya menawarkan suguhan panorama alam yang menawan, Danau Sentani juga kaya akan budaya dan kesenian yang berasal dari 24 desa. Desa-desa tersebut tersebar di pulau-pulau yang ada di Danau Sentani. Rata-rata penduduk di sana hidup dengan mengandalkan hasil pertanian dan budidaya ikan untuk konsumsi sendiri. Kalau waktunya memungkinkan, sempatkanlah untuk mampir ke desa di Danau Sentani. Melihat lebih dekat kehidupan dan kondisi pemukiman penduduk setempat tentu akan memberi pengalaman yang berbeda.

231 views
0

Wartawisata.ID – Nama ‘Sentani’ yang melekat pada danau ini pertama kali diberikan oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin pada tahun 1898. Arti Sentani adalah “di sini kami tinggal dengan damai”.

Jika kita mengunjungi Jayapura melalui jalur udara, saat hampir mendarat, cobalah tengok sebentar ke luar pesawat. Ada sebuah danau besar yang sungguh sayang untuk dilewatkan lekuk keindahannya dari ketinggian. Danau tersebut adalah Danau Sentani.

Luas Danau Sentani mencapai 9.360 hektar, di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut. Di dalamnya terdapat 22 pulau kecil. Danau Sentani juga menjadi satu kesatuan dengan cagar alam Pegunungan Cycloops, merupakan kawasan tadah hujan seluas kurang lebih 100 km persegi.

Berkeliling Naik Perahu
Untuk menikmati lebih dekat suasana Danau Sentani, Kita bisa mencoba berkeliling danau dengan naik perahu. Tersedia beberapa perahu motor dan perahu tradisional yang bisa disewa. Hembusan angin yang sejuk dan suguhan pemandangan alam yang masih sangat asri akan menemani di sepanjang perjalanan.

Danau Sentani memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Berbagai jenis pohon yang sangat khas bisa dijumpai di sekitar danau. Sebut saja Pohon Matoa, Pohon Kayu Putih, dan Pohon Pinang. Ada juga beberapa tumbuhan air seperti rumput ikan, ganggang hijau biru, teratai, lumut air, dan eceng gondok.

Perairannya pun tidak kalah kaya. Danau Sentani menjadi rumah bagi 30 spesies ikan air tawar, 4 diantaranya merupakan spesies endemik yang hanya ada di Sentani. Yaitu ikan gabus Danau Sentani (Oxyeleotris heterodon), ikan pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), ikan pelangi merah (Glossolepis incisus) dan hiu gergaji (Pristis microdon).

Tidak hanya menawarkan suguhan panorama alam yang menawan, Danau Sentani juga kaya akan budaya dan kesenian yang berasal dari 24 desa. Desa-desa tersebut tersebar di pulau-pulau yang ada di Danau Sentani. Rata-rata penduduk di sana hidup dengan mengandalkan hasil pertanian dan budidaya ikan untuk konsumsi sendiri. Kalau waktunya memungkinkan, sempatkanlah untuk mampir ke desa di Danau Sentani. Melihat lebih dekat kehidupan dan kondisi pemukiman penduduk setempat tentu akan memberi pengalaman yang berbeda.

Bukit Teletubbies
Keindahan danau Sentani sudah dapat dilihat dari atas pesawat sebelum mendarat di Jayapura. Dari ketinggian, tampak pemandangan pantai yang jernih terhampar yang dikelilingi hamparan hijau tanah pebukitan bergelombang yang mahaluas. Pemandangan indah hamparan bukit hijau nan asri bergelombang ini dikenal dengan bukit Teletubbies.

Selain dari atas pesawat, keindahan pemandangan bukit Teletubbies ini juga bisa dilihat dari atas bukit Tugu MacArthur. Tempat ini berada di Pegunungan Cyclop, Komplek Rindam Jaya Kodam 8 Trikora, markas TNI.

Pengolahan Tepung Sagu
Hal seru lainnya yang bisa dilakukan di Danau Sentani adalah melihat proses pengolahan sagu. Sejak dahulu, sagu adalah bahan pokok makanan masyarakat di Papua. Bahkan khususnya bagi masyarakat di Sentani, meramu sagu malahan sudah menjadi usaha pokok selain bertani dan mencari ikan.

Untuk melihat proses pengolahan sagu, Sobat Pesona bisa mampir ke Desa Abar. Di sana, segala proses pengolahan sagu mulai dari pemilihan tanaman sagu yang usianya baik, penumbukan menjadi tepung sagu, hingga nantinya diolah menjadi makanan siap saji seperti Papeda, bisa dilihat secara langsung. Bahkan, Sobat Pesona juga akan diberi kesempatan untuk ikut mencoba langsung proses pengolahan sagu ini.

Komentar kamu?