Danau Tage, Pesona Alam Papua yang Menakjubkan

Bagaimana tidak, gugusan laguna di sekitar begitu memanjakan mata. Seakan takjub melihat karya sang Ilahi begitu megahnya di sana. Jika dilihat dari ketinggian di salah satu bukitnya, hamparan air di Danau Tage nampak kebiruan. Layaknya perairan laut. Lagi-lagi, bumi Papua menunjukkan keindahannya.

331 views
0

WartaWisata.ID – Danau Tage, Pesona Alam Papua yang Menakjubkan Gugusan bukit-bukit hijau dan tebing tinggi di sekitar Danau Tage membuat mata terpana. Layaknya sedang berada di Raja Ampat saja.

Bagaimana tidak, gugusan laguna di sekitar begitu memanjakan mata. Seakan takjub melihat karya sang Ilahi begitu megahnya di sana. Jika dilihat dari ketinggian di salah satu bukitnya, hamparan air di Danau Tage nampak kebiruan. Layaknya perairan laut. Lagi-lagi, bumi Papua menunjukkan keindahannya.

Jikalau mau menikmatinya dari dekat, mintalah para penyewa sampan atau perahu milik warga sekitar untuk menemani kita mengelilingi danau seluas 150 ha ini. Hamparan angin segar akan menemani kita selama perjalanan. Airnya sangatlah jernih. Sampai-sampai, ikan di dalam danau terlihat begitu ia berenang menuju permukaan.

Ditemukan Pilot Belanda
Dulunya, keberadaan surga tersembunyi ini sama sekali tak diketahui orang. Sebelum akhirnya seorang pilot berkebangsaan Belanda, Letnan Wissel menemukan keberadaan danau ini pada 1938 silam. Bersamaan dengan ditemukannya dua danau lain yang lokasinya pun berdekatan, yakni Danau Paniai, dan Danau Tigi.

Bahkan ketiga danau itu sempat memiliki nama Wissel Meeren. Atau yang dalam bahasa Indonesia berarti danau-danau Wissel. Tapi, seiring berkembangnya bumi Papua, ketiganya sudah memiliki nama masing-masing. Sekaligus memiliki ciri khas keindahan dan keunikan yang berbeda-beda.

Maka dari itu, keberadaan ketiga danau ini saling berkaitan. Bagi para wisatawan yang mau berkunjung ke salah satu danau itu, pasti tak mungkin melewatkan kedua danau tetangganya.

Menikmati suasana alam di Danau Tage tak cukup rasanya kalau Cuma seharian. Makanya, jikalau mau menginap, kita bisa menyewa salah satu rumah warga untuk bersinggah. Sekaligus menambah pengalaman tentang keseharian masyarakat Papua yang begitu kental dengan nilai adat-isitiadatnya.

Untuk akses menuju ke Danau tage, terbilang tak mudah. Dari Jayapura, kita harus berangkat lagi menuju Timika atau Nabire. Dari salah satu kota ini kita masih harus masih menaiki pesawat perintis menuju Kota Enaratoli, ibu kota Kabupaten Paniai.

Dari sana, perjalanan bisa ditempuh melalui jalur darat menuju Danau Tage. Tapi yang pasti, lelahnya perjalanan akan terbayar dengan gugusan surga yang sangat menawan.

Komentar kamu?