Air Terjun Wafsarak, Destinasi Populer di Warsa Biak Papua

Air terjun Wafsarak, hanya berjarak sekitar 100 meter dari tepi jalan. Dan sejarak itu pula air tawar langsung bertemu air asin di bibir pantai. Indahnya begitu menenangkan memandang air terjun yang dilingkupi pepohonan hijau. Tidak begitu tinggi memang, mungkin hanya sekitar 10 meter namun cukup lebar dan membentuk tirai air yang indah.

351 views
0

WartaWisata.ID – Air Terjun Wafsarak, Mungkin ini titik destinasi wisata populer yang berjarak paling jauh dari kota Biak, Papua. Sekitar 60 km, atau menempuh perjalanan setidaknya nyaris 2 jam. Terletak di Distrik Warsa, karenanya spot wisata ini juga juga dikenal dengan nama Air Terjun Warsa. Selain pantai-pantai yang eksotis, wisata air tejun juga diandalkan menjadi jagoan pariwisata Biak.

Perjalanan menuju Biak Utara begitu memanjakan mata, sepanjang rute didominasi hijaunya pemandangan. Jalannya pun terbilang sepi, namun jalannya berkelok-kelok. Beberapa km menjelang sampai di lokasi, pemandangan di kanan kami berganti pantai yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik. Kita melewati juga destinasi wisata Pantai Batu Pijah dan juga Panta Wari.

Sebelum Air Terjun Bertemu Air Asin
Air terjun Wafsarak, hanya berjarak sekitar 100 meter dari tepi jalan. Dan sejarak itu pula air tawar langsung bertemu air asin di bibir pantai. Indahnya begitu menenangkan memandang air terjun yang dilingkupi pepohonan hijau. Tidak begitu tinggi memang, mungkin hanya sekitar 10 meter namun cukup lebar dan membentuk tirai air yang indah.

Di sebelah kiri air terjun terdapat akar-akar pohon yang terjuntai membentuk jalinan. Rupanya hal ini dimanfaatkan anak-anak warga sekitar untuk dipanjat, kemudian mereka satu per satu melompat ke kolam danau. Canda tawa mereka membuat suasananya semakin hidup dan menyenangkan.

Sementara ada beberapa ibu mencuci pakaian di aliran sungai tidak jauh dari air terjun. Kami beranjak meninggalkan Air Terjun Wafsarak. Sepi sekali memang lokasi wisata ini saat kami berkunjung, hanya ada 2 orang pengunjung yang datang sebelum kami beranjak. Untuk menikmati air terjun, ini sangatlah ideal. Namun untuk pariwisata, rasanya memang perlu lagi di tingkatkan gaungnya.

Kebersihan lokasi ini termasuk baik, karena memang warga sekitar yang merawatnya. Pun begitu dengan fasilitas yang ada. Kursi-kursi untuk menikmati air terjun dan juga toilet, hanya saja keberadaanya sudah mulai lapuk dan rusak di beberapa bagian. Dan satu lagi, kami tidak mendapat tiket tanda masuk.

“Dulu ada, tapi tidak tahu kenapa sekarang tidak ada,” ujar Melky, sahabat perjalanan kami di Biak. Padahal dengan adanya ticketing, jumlah wisatawan yang datang berkunjung akan dapat terukur. Pun dengan biaya perawatan fasilitas yang ada. Pengunjung dikenakan biaya Rp 25.000 begitu keluar dari air terjun Wafsarak. Tapi bukan per orang ya. Ini dihitung buat satu rombongan. Sangat sebanding lah….

Puas rasanya dapat mengabadikan keindahan air terjun ini. Semoga kelestarian dan keindahannya dapat terus terjaga…

Komentar kamu?