Ngulisik Tasik Siap Mengantar Wisatawan Menelisik Destinasi Menarik Kota Tasikmalaya

Berwisata di Tasikmalaya akan semakin manarik. Pasalnya, kabupaten itu memiliki bus Wisata unik yang siap mengantar pelancong menelisik destinasi menarik di sana. Namanya Ngulisik Tasik

158 views
0

WartaWisata.id –  Berwisata di Tasikmalaya akan semakin manarik. Pasalnya, kabupaten itu memiliki bus Wisata unik yang siap mengantar pelancong menelisik destinasi menarik di sana. Namanya Ngulisik Tasik.

Serupa dengan bus wisata Bandros di Kota Bandung, Ngulisik Tasik diresmikan pada 21 April 2019 silam  oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. Saat peresmian, hadir pula jajaran dari pemkot Tasikmalaya.

Bus ini hadir setelah Gubernur Jabar meminta Budi Budiman mengkaji kebutuhan bus wisata untuk Tasikmalaya.  Harapannya, kehadiran Ngulisik Tasik mampu menjadi penanda kebangkitan pariwisata di kota yang dikenal sebagai kota santri ini.

Sebagai bus wisata, Ngulisik Tasik hadir dengan tampilan tak biasa. Beda dengan bus-bus yang yang berseliweran di jalan setiap hari. Pasalnya, bus ini menyuguhkan nuansa vintage dengan dominasi warna hijau dan kuning.

Bus ini dilengkapi dengan seorang pemandu wisata. Tugasnya adalah menceritakan sejarah kota kepada pelancong, sekaligus menjelaskan seluk beluk tempat-tempat wisata yang dikunjungi.

Jam operasional bus ini dimulai dari Pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.  Khusus di akhir pekan, operasinya sampai pukul 22.00. Besaran harga tiketnya Rp10 ribu per orang.

Kamu yang  mengunjungi Tasik, silahkan mencoba sensasi keliling kota dengan Ngulisik Tasik. Tiketnya dapat dibeli di Jalan Letjen H.Mashudi (samping kantor kelurahan Kersanagara), Cibereum, Tasikmalaya. Di loket pembelian tiket juga disediakan buku bacaan untuk anak-anak yang sedang menunggu keberangkatan bus pariwisata kota ini. Selain itu ada taman bermain, ruang tunggu yang luas, lahan parkir, toilet serta musala.

Rute bus dimulai dari Alun-alun. Lalu menyusuri jalan di Taman Kota – Nagarawangi (Tugu Asmaul Husna) – Padayungan (Tugu Adipura) – Unsil – Brigif – Cikalang – UPI – Dadaha – Tentara Pelajar – DPLAD (Markas Senjata) – Alun – Alun Kota (Mak Eroh & Abdul Rojak, Pendopo) – Stasiun Kereta Api – Jalan Stasiun – Cimulu – Dokar – Dokar (Tugu Kilometer 0) – Dewi Sartika – Tarumanagara (Heritage Building Hotel Sunda) – Disporabudpar – LP – FKPPI.

Komentar kamu?