Crop Circle di Kediri Menjadi Destinasi Para Wisatawan

Alih-alih ulah mahluk extraterrestrial, crop circle di area persawahan tersebut adalah hasil kreativitas kelompok petani (poktan) setempat. Lahan sawah mereka dikondisikan sedemikian rupa untuk mengundang wisatawan datang berkunjung.

413 views
0

WartaWisata.id – Sebuah tempat sedang viral di Kediri, Jawa Timur. di persawahan  Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar. Sebuah areal persawahan di kawasan itu tampak unik jika dilihat dari ketinggian. Ada pola-pola serupa Crop Circle seolah-olah bekas didarati UFO.

Alih-alih ulah mahluk extraterrestrial, crop circle di area persawahan tersebut adalah hasil kreativitas kelompok petani (poktan) setempat. Lahan sawah mereka dikondisikan sedemikian rupa untuk mengundang wisatawan datang berkunjung.

Pola-pola crop circleini dipublikasikan pertama kali oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui unggahan di akun instagram pribadinya. Tak menunggu lama, obyek wisata itu langsung viral di berbagai media.

Jika crop circle bikinan alien adalah pola-pola geometris yang mengandung arti yang mustahil dipecahkan, berbeda crop circle ala Poktan Desa Kedungmalang.  Berada di lawah persawahan dengan luas 2.1 hektar, pola ini dibuat dengan bentuk hati dengan tulisan slogan Provinsi Jawa Timur “Jatim Cettar”. Namun begitu, pola ini dibuat dengan sangat rapi dan teratur jika kita lihat dengan bantuan pesawat tanpa awak (drone).

Kepala Desa Kedungmalang, Edi Sumitro sebagaimana dikutip dari detikcom mengatakan, konsep awal lokasi tersebut untuk rest area, namun dalam perkembangannya bekerjasama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Timur sehingga dapat dijadikan lokasi wisata edukasi.

Tak hanya lokasi yang indah untuk kegiatan wisata, Hasil karya Kelompok Tani Citarum Raharja 2 Kedungmalang ini juga difungsikan untuk edukasi tanaman pertanian kepada masyarakat. Terbukti dalam area Crop Circle ala Kedung malang ini terdapat berbagai varietas / jenis tanaman. Seperti diantaranya 9 varietas berbeda padi hibrida, 54 padi inbrida, 19 jagung hibrida, 8 varietas jagung manis, dan lain sebagainya.

“Kami melihat peluang wisata karena desa kami berada di jalan strategis yang dilewati wisatawan yang akan menuju Kota Batu Malang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta. Dari beberapa masukan BPSB, rest area ini diberi daya tarik tambahan agar menambah perekonomian desa,” Ujar Edi.

Saat ini, area crop circle itu memang sudah bisa dinikmati oleh para wisatawan yang berkunjung. Namun, tentu saja belum maksimal dikarenakan mereka hanya bisa melihat area ini dari bawah saja. Ke depan, lokasi itu akan dikembangkan. Beberapa fasilitas akan ditambahkan. Seperti rest area, gardu pandang, dan tambahan rumah pohon.

Komentar kamu?