Ikutan Tradisi Bakar Gunung, Ketika Mudik ke Bengkulu

Membakar Gunung Api, bukan berarti warga benar-benar membakar gunung. Melainkan susunan batok kelapa kering yang dibuat tinggi, seperti gunung

1,151 views
0

Wartawisata.id — Indonesia memang unik, banyak sekali tradisi budaya yang masih dilestarikan hingga sakarang. Salah satunya tradisi lebaran.

Setiap daerah memiliki tradisi Lebaran berbeda, mulai dari nilai mistis dan kepercayaan, menjadi nilai seni dan keunikan tersendiri. Di Bengkulu, ada tradisi unik malam Lebaran yaitu membakar Gunung Api.

Membakar Gunung Api, bukan berarti warga benar-benar membakar gunung. Melainkan susunan batok kelapa kering yang dibuat tinggi, seperti gunung. Tradisi ini dilakukan oleh suku Serawai, selain membakar Gunung Api nama lainnya adalah Ronjok Sayak.

Jika kamu mudik ke daerah Bengkulu, tentu pemandangan unik seperti ini bisa kamu lihat. Kamu dapat jumpai di depan rumah warga sepanjang jalan. Bahkan, setiap satu rumah nyaris merata membuat lebih dari satu gunung api, yang disusun seperti tusuk sate hingga tinggi menjulang.

Konon, batok kelapa yang disusun dan dibakar merupakan tanda ucapan syukur pada Tuhan, sekaligus sarana mengirim doa untuk arwah sanak keluarga yang telah meninggal.

Setelah acara bakar-bakaran, warga akan mengirim makanan untuk tetangga dan kerabat dekat. Ini merupakan tradisi masyarakat Serawai yang dilakukan dengan arak-arakan bersama minta kue Lebaran ke rumah-rumah warga.

Kue tersebut untuk dimakan bersama. Tradisi tersebut selain memiliki makna silaturahmi, juga sedekah. Kamu juga bisa ikutan lho dalam kegiatan adat tersebut. Sampai sekarang, kedua tradisi itu tetap dilestarikan di Bengkulu, seru kan?

Komentar kamu?