Kelabba Maja di Kabupaten Sabu Raijua, Grand Canyonnya NTT

Sama seperti Painted Hills, Kelabba Maja juga memiliki ciri khas berupa tebing serupa deretan tabung yang bercorak. Sekilas tampak seperti disapu dengan kuas raksasa. Kita bisa menemukan lapisan warna biru, putih, coklat, dan merah di antara bebatuan Kelabba Maja.

476 views
0

WartaWisata.ID – Kelabba Maja adalah Destinasi utama di Sabu. Dijuluki sebagai Grand Canyonnya Nusa Tenggara Timur, lokasi ini memiliki keunikan alam sekaligus nilai sakral yang dilestarikan masyarakat Pulau Sabu.

Deretan tebing kapur berwarna merah tua, pink, coklat, putih, dan kelabu itu diperkirakan terbentuk lebih dari 70 juta tahun yang lalu.

Sabu sendiri merupakan percabangan dua jalur geantiklinal Busur Banda yang dikelilingi terumbu karang dengan ketinggian mencapai 300 mdpl. Salah satunya membentuk Kelabba Maja. Menurut bahasa setempat, Kelabba Maja berasal dari kata kelabba berarti tanah abu, dan maja bermakna tempat para dewa.

Karena alamnya yang terdiri dari tebing berwarna-warni, tempat ini sering dibandingkan dengan Zhangye Danxia yang disebut sebagai salah satu keajaiban alam negeri Tiongkok. Juga disetarakan dengan ngarai Grand Canyon yang jadi kebanggaan negeri Paman Sam. Tetapi jika dilihat dari kondisi alamnya, Kelabba Maja lebih mirip dengan Painted Hills yang ada di Oregon, Amerika Serikat.

Tiga batu besar di lokasi ini melambangkan sosok bapak, ibu dan anak. Di antara ketiga batu tersebut ada satu tempat yang dijadikan altar persembahan bagi Dewa Maja. Tiap purnama bulan Juli, warga setempat melakukan ritual pemotongan hewan kurban untuk memohon keselamatan dan kesuburan.

Sama seperti Painted Hills, Kelabba Maja juga memiliki ciri khas berupa tebing serupa deretan tabung yang bercorak. Sekilas tampak seperti disapu dengan kuas raksasa. Kita bisa menemukan lapisan warna biru, putih, coklat, dan merah di antara bebatuan Kelabba Maja.

Oktober 2018 lalu, Kelabba Maja dinobatkan sebagai surga tersembunyi terpopuler dan meraih juara satu dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018. Hal ini menjadi momentum positif bagi pelaku wisata di Pulau Sabu untuk mempromosikan Kelabba Maja dan obyek-obyek wisata lainnya.

Komentar kamu?