Taman Perjuangan Kota Cantik Palangkaraya, Kota Rancangan Ir. Soekarno

57 views

WartaWisata.ID – Di Kota Palangkaraya yang merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Tengah tedapat sebuah taman kota yang kondisinya masih terawat hingga saat ini. Lokasi dari Taman Kota Palangkaraya yang juga mempunyai sebutan lain yaitu Taman Perjuangan ini berdekatan dengan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Taman Kota Palangkarqaya merupakan salah satu pilihan favorit bagi masyarakat Kota Palangkaraya ataupun para pendatang yang berkunjung ke kota yang dirancang langsung oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno ini untuk menghabiskan waktu luang mereka.

Hampir setengah bagian dari taman kota ini dibatasi oleh benteng yang didesain dengan relief-relief yang menunjukkan perjuangan masyarakat Palangkaraya dalam merebut kemerdekaan bagi Negara Indonesia. Selain relief-relief perjuangan masyarakat Palangkaraya sebagai penghias taman kota, di taman ini pula terdapat relief yang merepresentasikan Sumpah Pemuda dimana terdapat lima orang yang berasal dari suku yang berbeda di Indonesia yang saling berpegangan. Selain sebagai tempat bersantai, Taman Kota Palangkaraya juga dijadikan sebagai tempat berkumpul bagi beberapa komunitas seperti komunitas pecinta sepedan dan juga sebagai tempat belajar bagi para mahasiswa dan pelajar dari sekitar Kota Palangkaraya.

Kota Palangkaraya dulunya disiapkan Presiden Soekarno untuk menjadi Ibu Kota Indonesia. Selain taman kota, Palangkaraya juga memiliki tugu Soekarno yang menjadi tempat peletakan batu pertama sebagai tanda dari pembangunan Kota Palangkaraya.

Pagi dan sore hari adalah waktu yang paling tepat untuk menikmati suasana dari Taman Kota Palangkaraya. Setelah puas bermain dan bersantai di taman kota ini, para pengunjung juga dapat mengunjungi sebuah trademark dari kota ini yakni Sungai Kahayan. Di atas sungai ini terdapat sebuah jembatan yang membentang panjang menghubungkan dua wilayah yang dibelah oleh sungai tersebut. Sungai Kahayan sangat pas dikunjungi pada saat menjelang senja sambil menunggu matahari terbenam.

Komentar kamu?