Pulau Labengki, Pesona Miniatur Raja Ampat

156 views
0

WartaWisata.ID Propinsi Sulawesi Tenggara memang kalah keindahanya dibanding propinsi lainnya. Keindahan kepulauan kecil yang begitu menawan mata akan mudah ditemui serta dijelajahi. Tidak hanya Wakatobi yang sangat indah disana, ternyata masih banyak pulau indah salah satunya adalah Pulau Labengki yang terkenal dengan sebutan Raja Ampatnya Sulawesi.

Labengki ada di wilayah kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Nama Labengki sendiri berasal dari bahasa daerah Tolaki “laabenggi” yang memiliki arti guci. Karena Pulau Labengki memiliki bentuk menyerupai sebuah guci jika dilihat dari kejauhan.

Untuk menuju ke pulau ini dibutuhkan perjalanan laut selama 5 jam dari Kendari. Namun jika beruntung, sepanjang perjalanan para wisatawan akan dihibur dengan kawasan lumba-lumba yang sesekali melompat di udara.

Perjalanan panjang akan mengantar para wisatawan pada sebuah surga yang tersembunyi. Sebagian besar wisatawan menyebutnya dengan miniatur Raja Ampat. Gugusan pulau yang ada di tengah laut memang membuat panorama di Pulau Labengki begitu mirip dengan Wayag di Raja Ampat. Namun pulau ini punya spot istimewa yang disebut Teluk Cinta.

Teluk Cinta menjadi salah satu spot foto favorit yang berkunjung ke Pulau Labengki.

Teluk ini memiliki bentuk menyerupai hati. Bentuk hati dapat dilihat dengan dua cara yaitu trekking ke puncak bukit atau menerbangkan drone, yang jelas bentuk tersebut hanya bisa dilihat dari ketinggian. Jika memilih untuk ke puncak bukit traveler harus trekking melewati bukit terjal sehingga harus berhati-hati.

Tidak hanya keindahan diatas air saja yang disajikan oleh pulau menawan ini, tetapi keindahan bawah airnya juga sangat indah untuk dikagumi. Berbagai biota laut yang hidup disini dan masih terjaga kealamianya.

Dipulau ini banyak terdapat titik-titik spot penyelaman yang sangat berkelas dan di perairan ini menjadi habitat Speciaes Kima atau Kerang Raksasa yang bisa mencapai besar sekitar 50cm. Dan Kima disini tercatat sebagai Kima terbesar kedua didunia. Sehingga disini pula sebagia tempat peneliti, konservasi dan penangkaran Kima.

Komentar kamu?