Taman Nasional Wasur, Savana di Merauke

1,017 views
0

WartaWisata.ID Taman Nasional Wasur merupakan bagian dari lahan basah terbesar di Papua dan sedikit terganggu oleh aktivitas manusia, ini disebabkan oleh adanya masyarakat adat yang bertempat tinggal di dalam kawasan dan merupakan pemilik hak ulayat hutan adat. Biodiversitasnya membuat taman ini dijuluki sebagai “Serengeti Papua”.

Sekitar 70% dari luas wilayah ini terdiri dari sabana, sementara vegetasi lainnya merupakan hutan rawa-rawa, hutan monsoon, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan sagu. Tamana yang dominan meliputi spesies mangrove, Terminalia dan Melaleuca. Luas Taman Ini mencapai 413.800 hektar.

Di bagian paling selatan Papua Indonesia dekat perbatasan dengan Papua Nugini. Dari Merauke ke pintu masuk Taman Nasional Wasur membutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan dari jalan utama Merauke-Jayapura. Atau, kota Merauke juga dapat diakses sekitar 1,5 jam penerbangan dari Bandara Sentani, ibu kota Provinsi Papua.

Keragaman hayatinya membuat taman nasional wasur ini dijuluki sebagai “Serengeti Papua” Dari hasil penelusuran Peneliti Badan Suaka Alam Sedunia (WWF) ditemukan kurang lebih sekitar 390 jenis burung di kawasan ini, membuatnya menjadi wilayah paling kaya akan jenis satwa burung di tanah papua bahkan di Indonesia. Puluhan jenis burung seperti burung bangau, bebek rawa dan burung pantai juga berkembang biak disini. Taman ini juga sering disinggahi oleh burung junai yang bermigrasi dari Australia utara.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Riza Marlon (@riza_marlon) on

Tidak hanya itu, terdapat juga 80 jenis mamalia dan 20 diantaranya merupakan satwa endemik. Untuk di habitat keringnya (padang sabana) burung maleo, nuri, kakaktua dan cendrawasih juga berkembang biak. Salah satu jenis mamalia yang populasinya cukup tinggi di Wasur adalah rusa dan kanguru, burung cenderawasih dan kasuari serta jenis kakatua dan nuri.

Sungai sungai yang megalir melingkari sepanjang kawasan taman nasional Walur ini pun dijadikan tempat berkembang biak ikan kakap dan arwana.

Hal unik yang bisa anda temui disini adalah rumah rayap atau rumah semut (musamus) yang tingginya bisa mencapai 5 meter. Sebenarnya rumah rayap ini merupakan istana yang dibangun oleh koloni rayap. Terbuat dari rumput kering dan lumpur serta liur rayap sebagai bahan perekatnya. Pemandangan ini hanya anda bisa lihat di beberapa wilayah saja didunia, salah satunya adalah taman nasional Wasur Papua ini.

Keunikan lainnya dari rumah rayap ini adalah desain ventilasi yang berupa lorong-lorong untuk membantu melindungi dari air hujan serta membantu melepas panas ke udara ketika musim panas tiba. Oleh karena keunikan dan keistimewaanya ini, musamus atau rumah rayap ini dijadikan lambang daerah Kabupaten Merauke.

Bagi kalian yang masih awam dan ingin menggunakan pemandu, disini juga ada. Dengan mengeluarkan biaya kurang lebih sekitar Rp 300.000 – Rp 350.000 anda akan dipandu menyusuri taman ini dan juga akan disediakan makanan.

Komentar kamu?