Desa Ke’te’ Kesu’, Desa Dengan Makam Bangsawan yang Mendunia

868 views
0

WartaWisata.ID Kete Kesu adalah suatu desa wisata di kawasan Tana Toraja yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakat dapat ditemukan di kawasan ini. Di dalam Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih.

Di dalam kubur batu yang menyerupai sampan atau perahu tersebut, tersimpan sisa-sisa tengkorak dan tulang manusia. Hampir semua kubur batu diletakkan menggantung di tebing atau gua. Selain itu, di beberapa tempat juga terlihat kuburan megah milik bangsawan yang telah meninggal dunia.

Desa Kete Kesu berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Untuk bisa mencapai desa ini, kita harus melakukan perjalanan darat sejauh 5 km dari pusat kota Rantepao, atau 14 km dari Kota Makale.

Di sepanjang perjalanan menuju Desa Kete Kesu, kamu akan disuguhi pemandangan berupa perbukitan hijau. Dan begitu sampai di sana, kamu bisa menikmati pemandangan hamparan sawah hijau yang luas. kalau sudah sampai Desa Kete Kesu, kita bisa langsung melihat barisan rumah adat Tongkonan yang berusia lebih dari 300 tahun. Rumah-rumah Tongkonan dibangun berjejer dengan rapi menghadap ke lumbung padi yang ada di sisi timur.

Rumah Tongkonan seluruhnya dihiasi ukiran cantik serta tanduk kerbau yang melambangkan status sang pemilik rumah. Semakin banyak dan tinggi tanduk kerbau yang terpasang, berarti semakin tinggi pula status sosial pemilik rumah. Sebab harga tanduk kerbau di sana sangatlah mahal. Bahkan mencapai ratusan juta Rupiah.

Kerbau sendiri dianggap sebagai hewan sakral di sana. Warga percaya jika menyembelih kerbau, arwah leluhur yang telah meninggal dunia bisa sampai di akhirat dengan lebih cepat. Karena kerbau yang mengantar mereka selama dalam perjalanan ghaib tersebut. Makanya, semua warga di Toraja selalu berjuang keras mengumpulkan uang untuk membeli dan menyembelih kerbau setiap ada anggota keluarganya yang meninggal dunia.

Toraja sudah lama dikenal sebagai situs dan ritual pemakamannya yang kuno dan unik. Sebab masyarakat Toraja masih menganut adat yang merupakan kepercayaan, aturan, dan ritual tradisional dari nenek moyang. Meski saat ini mayoritas warga memeluk agama Protestan atau Katolik, namun tradisi leluhur dan upacara ritual masih terus dipraktikkan.

Dengan adat dan istiadat yang masih terjaga hingga sekarang, maka tak heran kalau Kete Kesu ditetapkan UNESCO sebagai cagar budaya yang diakui dunia.

Komentar kamu?