Pango-pango Makale, Agrowisata di Atas Awan

850 views
0

WartaWisata.ID Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan tidak selalu mistis. Itu karena pelancong juga bisa menemukan landmark yang indah di beberapa bagiannya. Misalnya, ada Pango-Pango. Ini adalah daya tarik alam yang terletak di Makale. Jaraknya hanya sekitar 7 km dari lokasi tersebut. Pango-Pango sebenarnya adalah dataran tinggi yang belum terjamah. Penduduk setempat menyebutnya “negeri di atas awan”. Singkatnya, Pango-Pango adalah hutan yang terletak di puncak bukit yang menjadi lokasi yang sempurna untuk relaksasi dan menghilangkan stres berkat suasana alam yang indah.

Pango-pango merupakan satu dari sekian destinasi wisata di Toraja yang berada di atas awan. Letaknya di ketinggian 1700 mdpl. Selain keindahan pemandangannya, kesejukan udaranya juga terasa menyegarkan. Konon, tempat ini dulunya digunakan oleh tentara Jepang untuk memantau pergerakan lawan.

Pango-pango mengusung konsep agrowisata dengan ragam perkebunan seperti kopi, coklat, jagung, dan lainnya. Tanaman ini dikelola secara tradisional oleh warga sekitar dan jauh dari pengaruh pestisida. Jadi kesegarannya dijamin. Wisatawan pun diperbolehkan untuk memetik hasil buah dan sayurannya.

Sesampai di lokasi wisata, pengunjung bakal disambut pepohonan dan semak hijau rindang. Walaupun demikian disana sudah diberikan akses jalan. Jalan tersebut membantu pengunjung lebih mudah menjelajahi lokasi wisata. Di bukit tertentu, kawan bisa menemukan fasilitas istirahat berupa gazebo.

Dari lokasi itulah kawan bisa menyaksikan panorama alam indah serta menikmati hembusan angin sepoi-sepoi sembari beristirahat. Karena lokasinya memiliki lanskap bagus, maka bagus digunakan sebagai spot foto corner alam memukau.

Selain perkebunan, kamu juga bisa menemukan berbagai spot seru dan instagenic. Pihak pengelola sudah menyediakan wahana flying fox dan outbound untuk menghibur pengunjung. Selain itu, ada juga hutan pinus di sekitar kawasan ini yang cocok untuk berswafoto. Momen matahari tenggelam di sini juga tak boleh dilewatkan.

Biaya retribusi wisata pun tergolong murah yakni tiap-tiap pengunjung hanya diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000. Bila ingin membawa barang hasil petik di kebun, diwajibkan membayar sesuai harga yang telah ditentukan oleh pihak pengelola wisata.

Komentar kamu?