Pulau Mahoro, Pesona Surga yang Tersembunyi di Sulawesi Utara

878 views
0

WartaWisata.ID Orang mungkin hanya mengenal Taman Laut Bunaken yang mendunia di Sulawesi Utara atau Danau Linow dengan air tiga warna. Namun belum banyak yang mengenal Pulau Mahoro di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Gugusan Pulau Mahoro dan pulau-pulau kecil diantaranya sering disebut dengan Cluster Buhias. Diantara gugusan pulau-pulau kecil ada sebagian pulau yang tidak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro dan berada di paling ujung gugusan Cluster buhias.

Hanya dengan jarak 3 meter dari bibir pantai dan kedalaman 1 meter, wisatawan sudah bisa melihat terumbu-terumbu karang yang cantiknya aduhai. Untuk ke lokasi, para pengunjung membutuhkan waktu sekitar 45 menit menggunakan speed boat dari Pelabuhan Ulu Siau Rp250 ribu.

Bukan hanya keindahannya, Pulau Mahoro masih banyak menyimpan aneka biota laut yang lengkap. Ikan purba salah satunya yang masyarakat sekitar masih kadang melihatnya dan hidup bebas disekitar Pulau Mahoro. Begitu pulau dengan penyu yang setiap bulan purnama masih banyak yang mendarat dan bertelur di pantai.

Di Pulau Mahoro juga terdapat sebuah goa batu yang menjadi tempat bersarangnya burung walet yang dengan alami terbentuk. Apabila air laut sedang surut, terdapat semacam taman pasir putih buatan yang diatasnya terdapat banyak sarang walet dan lalu lalang burung kelelawar yang berterbangan. Selain goa batu, di Pulau Mahoro juga terdapat serpihan-serpihan beteng peninggalan portugis. Serpihan-serpihan tersebut menandakan Pulau Mahoro masih menyimpan banyak sejarah. Nenek moyang kita memberikan nama Mahoro yang berarti terdahulu atau terdepan.

Karena Pulau Mahoro merupakan pulau yang tidak berpenghuni, jadi bagi yang menginginkan untuk menginap dengan berkemah dan mempersiapkan makanan bekal selama berda di pulau tersebut karena tidak ada restaurant atau penjual makanan.

Komentar kamu?