Kemenpar Siapkan Rp 70 miliar untuk Promosi Pariwisata Bali di Tahun 2019

“Ini yang kita pakai untuk menggelar semua itu yang dibahas tadi itu (promosi). Semua perencanaan promosi, seperti festival, famtrip dan lain-lain, semua diajukan ke Kemenpar untuk diseleksi. Kita harap kalau bisa semuanya tentu lebih bagus," ujar Gung Yuniarta, pejabat asal Banjar Taensiat, Denpasar.

567 views
0

WartaWisata.ID – Kementerian Pariwisata di tahun 2019 mengalokasikan bantuan anggaran Rp 70 miliar untuk promosi pariwisata Bali. Bentuk bantuan anggaran tersebut berupa pola kemitraan antara Kemenpar dengan Pemprov/Dinas Pariwisata dan kabupaten/kota di Bali.

Hal tersebut terungkap dalam rapat perencanaan promosi sinergi antara Kementerian Pariwisata dengan Pemerintah Provinsi Bali di Hotel Prime Plaza, Sanur Denpasar, 24-25 Januari. Dimana rapat tersebut dihadiri oleh seluruh stakeholder pariwisata Bali. Termasuk juga seluruh Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota serta asosiasi industri pariwisata.

“Kita membahas 9 bentuk promosi yang kita jalankan untuk Bali. Dari mulai promosi lewat media digital, elektronik, media luar, media cetak, sales mission, farm trip, hingga aktivitas promosi di daerah masing-masing. Dari Kemenpar telah menyediakan anggaran Rp 70 miliar untuk Bali,” ungkap Staf Ahli Bidang Promosi Luar Negeri Kemenpar I Gede Pitana, Jumat (25/1).

Anggaran tersebut memang dipastikan tidak dapat mencakup semua promosi tersebut. Karena tidak semua promosi dibiayai sepenuhnya oleh pusat. Untuk promosi mandiri, bantuan Kemenpar akan berbentuk partnership atau kemitraan. “Promosi itukan sifatnya ada yang terintegrasi dengan pusat, ada yang mandiri,” jelasnya.

Selain itu Pitana menyatakan, Kemenpar mendukung program one island one management yang dilontarkan Gubernur Bali I Wayan Koster. Karena itulah seluruh stakeholder diundang untuk membahas dan merancang sinergi promosi bersama. Baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Contoh konkritnya adalah promosi di pameran pariwisata dunia di Berlin (ITB Berlin). Siapa yang ikut dan yang tidak ikut, itu semua dikoordinasikan dengan provinsi. “Karena kan tidak semua mesti ikut. Yang tidak punya pasar (wisatawan) Jerman misalnya tak usah ikut,” ujar Gede Pitana.

Selain itu, koordinasi dan sinergi dilakukan, untuk tetap menjaga citra dan nama baik pariwisata Bali. Pasalnya wisman hanya mengetahui 1 Bali. Mereka tidak mengetahui ada perbedaan pemerintahan baik itu provinsi maupun Kabupaten/kota. kabupaten/kota di Bali. “Ya ini tugas kita bersama. Inti dari pertemuan ini adalah meningkatkan kemitraan, partnership, sinergi dalam rangka promosi pariwisata Bali,” ungkap Pitana.

Ditempat yang sama, Kadispar Bali Anak Agung Gede Yuniarta Putra menyatakan berterimakasih atas bantuan anggaran promosi oleh Kementerian Pariwisata. Nantinya seluruh promosi pariwisata akan dilakukan bersama. Kemenpar pun akan mengetahui setiap langkah promosi yang dilakukan oleh Bali.

“Ini yang kita pakai untuk menggelar semua itu yang dibahas tadi itu (promosi). Semua perencanaan promosi, seperti festival, famtrip dan lain-lain, semua diajukan ke Kemenpar untuk diseleksi. Kita harap kalau bisa semuanya tentu lebih bagus,” ujar Gung Yuniarta, pejabat asal Banjar Taensiat, Denpasar.

Komentar kamu?