Jantur Mapan, Kesejukan Air Terjun dengan Pemandangan yang Indah

960 views
0

WartaWisata.ID Suara gemuruh terdengar jelas dari tepi sebuah jalan penghubung yang teraspal mulus, ternyata bersumber dari sebuah air terjun yang dalam bahasa lokal biasa disebut jantur. Salah satu obyek yang cukup dikenal dan banyak didatangi masyarakat, apalagi saat liburan, baik liburan sekolah maupun hari-hari besar keagamaan, adalah Air Terjun Jantur Mapan. Obyek wisata Air Terjun Jantur Mapan ini terletak sekitar 10 kilometer dari Melak. Jantur Mapan terletak di Kampung Linggang Mapan, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Sebuah gapura kecil berwarna merah muda terlihat begitu menarik pengguna jalan, terutama rangkaian kata yang tertulis di bagian depan gapura. Pasalnya, gapura itu bertuliskan Air Terjun Jantur Mapan, yang tentu saja memancing rasa penasaran pengguna jalan, betul atau tidak ada air terjun yang berlokasi tepat di pinggir jalan.

Pepohonan rindang lengkap dengan serat yang bergelantungan dan mengelilingi sekitar lokasi, menambah keasrian dari Air Terjun Jantur Mapan. Tidak jarang, lokasi air terjun yang memang di pinggir jalan dan mampu terjangkau matahari, memunculkan paduan cahaya berwarna yang membentuk pelangi.

Memiliki ketinggian kurang dari 10 meter, Air Terjun Jantur Mapan tetap memberikan aliran air yang sangat deras, memancarkan uap-uap air ke berbagai arah. Dua gazebo untuk beristirahat pengunjung pun tersedia di kiri dan kanan pertengahan anak tangga, yang tiap gazebo mampu menampung sekitar 10 orang.

Terdapat sebuah jalan setapak yang berada di kanan pertengahan anak tangga, yang menuju ke ruang ganti pakaian serta toilet. Bahkan, ada dua ayunan kecil dengan dua bangku panjang yang berada sebelum mencapai ruang ganti, dan tentu saja bisa digunakan para pengunjung untuk menikmati air terjun.

Anda tak perlu merogoh kocek dalam, karena tarif masuk hanya Rp 1.000/orang.

Anda tidak perlu khawatir untuk mandi, karena fasilitas toilet dan kamar ganti pakaian sudah tersedia di kawasan tersebut. Bahkan, ada dua ayunan kecil dengan dua bangku panjang yang berada sebelum mencapai ruang ganti, dan tentu saja bisa digunakan para pengunjung untuk menikmati air terjun. Tak ketinggalan, hasil budaya masyarakat Suku Dayak, khususnya Dayak Benoa dapat Anda temui juga, seperti hasil anyaman keranjang dan topi, dapat menjadi oleh-oleh yang dapat dibawa pulang sekaligus menggairahkan semangat dan cinta kita kepada budaya hasil karya anak bangsa sendiri.

Anyaman-anyaman tersebut tidak hanya sekedar karya seni, tapi memang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti anyaman keranjang dapat digunakan untuk membawa barang atau peralatan lainnya.

Komentar kamu?