Air Terjun Tembinus, Wisata Tersembunyi di Hutan Belantara

181 views
0

WartaWisata.ID – Air terjun Tembinus merupakan air terjun yang sangat mempesona. Berada di dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT. ITCI Hutani Manunggal (IHM), merupakan konservasi hutan di Wilayah kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur tepatnya di sector Trunen Kecamatan Sepaku. Keindahan berbalut kesunyian yang bak surga tersembunyi itulah kalimat yang cocok untuk melukiskannya.

Untuk menuju air terjun, wisatawan dapat menempuh perjalanan darat menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua dari KM. 38 Balikpapan kearah Penajam. Tepat di perempatan Trunen, belok ke kanan (Jika dari arah Balikpapan).

Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan melawati jalan logging kurang lebih 1 jam, selama perjalanan, mata akan dimanjakan oleh hijau dan sejuknya pemandangan hutan khas Borneo. Bahkan dibeberapa spot tertentu wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan kebun teh yang menyegarkan mata seolah-olah berada dipuncak. Momen ini sangat sayang dilewatkan untuk berswafoto.

Sebelum mencapai air terjun, para wisatawan harus berjalan menyusuri jalan setapak sejauh kurang lebih 1 km. Rasa penat dan lelah selama perjalanan menuju lokasi air terjun seolah hilang, terbayarkan dengan suara gemercik air terjun. Pesona tebing air terjun yang menjulang kurang lebih 70 meter juga menambah keindahan air terjun Tembinus.

Air terjun dengan ketinggian sekitar 20 – 30 meter ini meluncur pada tebing batu kokoh dan jatuh di kolam alami yang berbatu. Kita bisa menikmati keindahan Tembinus ini dengan bermain air di bawah air terjunnya, ataupun berenang di kolamnya.

Kesejukan air begitu terasa tatkala kita terjun ke dalam kolamnya. Rasanya tidak akan ada bosannya kita berada di tempat yang masih alami seperti di sini.

Tidak seperti obyek wisata pada umumnya, bagi anda yang hendak berkunjung ke sini hendaknya menyiapkan bekal sendiri dari rumah. Entah itu makanan, ataupun minuman, sebab di sini belum ada orang yang jualan makanan, minuman, ataupun cindera mata. Di sini juga belum ada pungutan atau retribusi apapun alias gratis. Bahkan tempat sampah yang tersedia juga sangat sederhana yakni karung beras yang diikat disebuah pohon.

Komentar kamu?