BANDUNG – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung bakal makin mumpuni. Karena, dalam waktu dekat STP NHI Bandung akan memiliki program kelas internasional.

Ketua Majelis Pembina Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Priyantono Rudito mengatakan, Kelas internasional akan dibuka untuk program Diploma 3, Diploma 4, dan Strata 1. Kelas internasional merupakan bagian dari strategic framework Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkan human capital cost dunia.

“Dicanangkan pertengahan tahun ini, ya Agustus lah. Atau saat penerimaan mahasiswa baru, International Class ini sudah bisa dibuka. Ini satu momentum yang besar. Kami menganggapnya ini terobosan besar, akan naik pangkat dan naik level karena sistem pendidikan yang lebelnya internasional,” ujar Priyantono dalam acara ‘Lesson Learning International Class Workshop’ di STP NHI Bandung, Senin (14/1).

Keberadaan kelas internasional sesuai dengan tujuan STP NHI Bandung. Sekolah tinggi ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga-tenaga profesional bidang pariwisata. Sehingga lulusannya menjadi aset nasional yang berkualitas internasional. Selain itu lulusan STP NHI Bandung harus kreatif, berjiwa wirausaha, berkepribadian Indonesia. Serta memiliki sikap dan perilaku yang baik.

“Ini sejalan dengan visi dan misi yang diemban. Maka STP NHI Bandung menerapkan program 3C, yaitu Curriculum, Certification, Center of Excellence. Program ini menjadi panduan pengembangan SDM di Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) sesuai kebijakan yang digagas Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya,” terangnya.

Aspek kurikulum jelas menjadi fokus utama yang menjadi latar belakang terlahirnya inisiatif membangun program kelas internasional ini. Jaringan kerja sama dengan beberapa kampus ternama baik di dalam dan luar negeri pun di gelar untuk memberikan postur terbaik. Seperti Universitas Indonesia, SBM ITB, STP Trisakti, dan Universitas Udayana yang telah membuka jalur kerja sama dengan universitas ternama dari Australia, Amerika, Inggris, Jerman, Swiss, Jepang, Hongkong dan Malaysia.

“Penjajakan dengan beberapa perguruan tinggi asing di Australia akan segera dilakukan. Beberapa aspek seperti geografis menjadi pertimbangan kerjasama dengan perguruan tinggi di Negeri Kangguru itu. Kelas ini juga akan didukung dengan pembangunan English Language Center sehingga kualitas lulusannya semakin mumpuni,” pungkasnya.

Pembangunan SDM menjadi fokus utama Kemenpar di Tahun 2019. Bahkan ini menjadi tema central pada Rakornas Pariwisata ke-1 tanggal 14 Februari 2019. Rakornasi ini akan mengusung tema ‘Transforming Tourism Human Resource: Winning The global Market in 4.0 Era’.

Hal ini menunjukkan bahwa SDM menjadi capital asset suatu bangsa dan Perguruan Tinggi Pariwisata menjadi pusat inkubasi, pembinaan dan pendidikan insan pariwisata profesional. Maka dari itu kelas internasional ini pun akan dibuka di STP Bali.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, aspek SDM merupakan hal mendasar untuk menjaga sustainabilitas pariwisata sebagai core business. Diingatkannya, investasi SDM paling tidak kelihatan wujudnya, tapi sangat terasa impact-nya.

“Sejak di PT Telkom saya paling komit, bahwa investasi SDM itu paling penting untuk win the future customers. Kelas Internasional ini adalah jawaban untuk membentuk SDM Pariwisata terbaik berstandar internasional. Ingat yang membedakan antara satu bangsa dengan bangsa yang lain, adalah manusianya. Yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain adalah karakter dan kompetensinya,” ungkap Menpar.

Komentar kamu?