Ekspedisi Pinisi Bakti Lakukan Progam Edukasi Lingkungan Laut di Pulau Sombori

“Praktik destruktif fishing masih sering terjadi diperairan pulau Sombori” kata Ilham. Pemerintah perlu melakukan kajian dan penilaian agar menjadikan kawasan pulau Sombori ini sebaga daerah konservasi perairan sehingga upaya perlindungan sumberdaya laut bisa dilakukan secara optimal. “Jika tidak ada intervensi serius dari pemerintah, kekayaan laut pulau Sombori akan makin rusak”

163 views
0

WartaWisata.ID – Dalam perjalanan ekspedisi, kapal pinisi pada hari minggu, tanggal 6 Januari 2019 tiba di Pulau Sombori, kabupaten Morowali. Kedatangan kapal pinisi disambut meriah oleh Bupati Morowali, Drs Taslim bersama pejabat dan masyarakat setempat. Pulau Sombori merupakan titik persinggahan ke-8 ekspedisi pinisi yang saat ini memasuki pelayaran trip II. Pelayaran trip II adalah Kendari-Molawe, Konawe Utara-Pulau Labengki-Lameruru-Pulau Sombori-Bungku, Morowali-Donggi-Luwuk-Ampana, Tojo Una-Una-Pulau Togean-Torosiaje-Gorontalo-Bitung.

Bupati Morowali, Drs Taslim mengatakan pemerintah daerah Morowali sengaja menjadikan pulau Sombori sebagai titik singgah pinisi karena ingin menjadikan kedatangan pinisi untuk promosi pulau Sombori. “Pulau Sombori punya keindahan alam yang cantik tapi belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai seperti listrik dan air bersih. Kami berharap Kementerian ESDM dapat membantu penyediaan listrik dan air bersih di pulau ini” kata Taslim. Secara administratif pulau Sombori merupakan wilayah kecamatan Menui, desa Mbokitta. Penduduk pulau ini hanya sekitar 220 jiwa dan mayorita adalah suku bajo yang berprofesi sebagai nelayan. Menurut Bupati, selain masalah infrastruktur, sejauh ini promosi yang dilakukan untuk memperkenalkan pulau Sombori masih sangat kurang.

Sementara itu, Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Morowali, Ilham mengatakan bahwa selain memiliki potensi pulau dan terumbu karang yang bagus, Pulau Sombori terancam dengan masih adanya parktik menangkap ikan tidak ramah lingkungan dengan bom. “Praktik destruktif fishing masih sering terjadi diperairan pulau Sombori” kata Ilham. Pemerintah perlu melakukan kajian dan penilaian agar menjadikan kawasan pulau Sombori ini sebaga daerah konservasi perairan sehingga upaya perlindungan sumberdaya laut bisa dilakukan secara optimal. “Jika tidak ada intervensi serius dari pemerintah, kekayaan laut pulau Sombori akan makin rusak” kata Ilham.

Selama berada di Pulau Sombori, kapal ekspedisi pinisi melakukan program joy sailing dan kelas inspirasi bagi 25 orang siswa. “Program joy sailing memberikan pengalaman langsung kepada peserta berlayar dengan pinisi” kata Abdi Suhufan, Koordinator Ekspedisi Pinisi. Dalam joy sailin tersebut, peserta diberikan materi edukasi tentang kehidupan laut dan konservasi serta mengajak mereka untuk peduli dan mencintai laut. “Salah satu misi Ekspedisi pinisi adalah memberi pesan lingkungan yang kuat kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan pengelolaan laut yang kian terancam,” kata Abdi. Sejauh ini Joy Sailing dan kelas Inspirasi adalah program yang paling menarik peminat untuk diikuti oleh masyarakat dimana kapal pinisi singgah.

Komentar kamu?