Wisma Karya, Museum Bersejarah dan Tempat Nongkrong di Subang

1,084 views
0

WartaWisata.ID Wisma Karya merupakan salah satu gedung peninggalan masa kolonial yang berada tepat di pusat kota Subang. Dahulu gedung ini diberinama societeit yang merupakan gedung tempat hiburan atau untuk tempat kumpul para pejabat perkebunan P n T Land, tempat pertunjukkan, hiburan, lengkap dengan meja billiard, lintasan bowling, dan padang golf. Pada dinding kanan gedung ini terdapat prasasti peresmian setelah renovasi gedung. Di sana tercantum tanggal peresmian 14 Januari 1929 yang dilakukan oleh Mrs. W.H. Daukes. Sebelum direnovasi tahun 1929 tersebut, diperkirakan bentuk bangunannya tidak seperti Wisma Karya saat ini, Societeit pertama kali dibangun pada masa kekuasaan PW. Hofland.

Bangunan ini berdiri di lahan seluas 1 hektare dan berada dilokasi yang strategis karena terletak di pintu gerbang ke Kota Subang dari arah Bandung.

Di dalam ruang pamer museum, tepatnya di sisi barat gedung Wisma Karya berbagai koleksi di tata apik dalam beberapa etalase. Subang zaman purba dapat di telusuri dari koleksi fosil hewan dan kayu zaman purba yang di simpan dalam 2 etalase. Diantaranya terdapat fosil kepala kijang purba, fosil kerang purba, fosil kayu purba, dan lain –lain.

Kehidupan manusia zaman pra sejarah di Kabupaten Subang juga dapat di telusuri disini. Pada beberapa etalase ditata peralatan yang digunakan manusia pra sejarah yang di temukan di kabupaten Subang, diantaranya adalah peninggalan pada masa perundagian atau masa dimana manusia mulai bisa mengolah logam, yaitu dengan ditemukannya berbagai jenis kapak, seperti kapak sepatu, kapak corong dan candrasa hasil temuan dari daerah Binong. Selain itu bejana perunggu yang terbesar yang pernah di temukan di Indonesia juga terdapat disini, bejana yang biasa digunakan untuk upacara penyembahan nenek moyang ini di temukan di daerah Sagalaherang.

Sekarang ini, kawasan ini merupakan perkantoran pemerintah dan pemukiman penduduk. Di depan Wisma Karya terdapat taman kota yang selalu ramai. Di sebelah barat, merupakan kawasan pemukiman, demikian di sebelah utara.

Komentar kamu?